Hunian Danantara Dibagikan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Indonesia – Sebanyak 600 unit Hunian Danantara (Huntara) secara resmi telah diserahkan oleh Danantara Indonesia kepada masyarakat yang terdampak bencana di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan simbolis ini dilakukan pada hari Kamis, 8 Januari 2026, kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Acara penting ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, beserta sejumlah pejabat dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi yang kuat antara sektor BUMN dan pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan pascabencana. Dukungan signifikan juga datang dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berkontribusi dalam aspek pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik vital bagi para korban.
Masyarakat Mulai Menempati Huntara yang Aman dan Layak
Managing Director Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa dengan dilakukannya proses serah terima ini, masyarakat yang terdampak bencana kini dapat mulai menempati Huntara yang telah dibangun. Fasilitas dan layanan pendukung yang memadai telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para penghuni.
Setiap unit Huntara dirancang dan dibangun sesuai dengan standar kelayakan hunian darurat. Struktur bangunan dipastikan aman dan kokoh, serta dilengkapi dengan akses air bersih yang memadai, fasilitas sanitasi yang memadai, pasokan listrik yang stabil, dan dukungan layanan kesehatan dasar.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, kawasan hunian ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum yang bertujuan untuk menunjang kehidupan sosial dan aktivitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi klinik kesehatan, taman bermain anak, serta akses internet dan listrik gratis yang diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas sehari-hari warga.
Kolaborasi BUMN Mempercepat Pemulihan Pascabencana
Pembangunan tahap pertama Huntara ini merupakan hasil dari kolaborasi erat berbagai BUMN yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia, di bawah payung program BUMN Peduli. Komitmen ini menunjukkan bahwa berbagai entitas BUMN bersatu padu untuk memberikan bantuan yang komprehensif.
Dalam hal pendanaan dan penyediaan kebutuhan logistik, BRI, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI) turut mengerahkan sumber daya mereka. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan keberlanjutan pembangunan hunian bagi masyarakat.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kontribusi BRI dalam pembangunan Huntara ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana. BRI secara konsisten memberikan dukungan kepada pemerintah dan BUMN lain untuk mempercepat rehabilitasi dan pemulihan masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
“Kami berharap masyarakat terdampak bencana dapat menempati Huntara ini dengan rasa nyaman dan aman. Besar harapan kami, Huntara ini dapat menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan turut mendorong pemulihan ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Dhanny.
Jangkauan Bantuan Meluas, Melayani 125.250 Jiwa

Hingga tanggal 9 Januari 2026, BRI Group telah melaksanakan sebanyak 60 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah di Sumatra. Upaya ini didukung oleh 10 unit posko bencana yang tersebar strategis. Bantuan yang telah disalurkan mencakup lebih dari 6.500 paket makanan siap santap, 145.000 paket sembako, 950 paket survival kit, serta dukungan pembiayaan dan logistik untuk Hunian Danantara (Huntara). Selain itu, bantuan berupa 10 tenda dan 1.680 unit kasur serta selimut juga telah didistribusikan.
Dalam upaya penanganan aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga aktif mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 paket hygiene kit. Untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat banjir, sebanyak 5 unit perahu karet dikerahkan. Secara total, program bantuan ini telah memberikan manfaat langsung kepada 125.250 jiwa penerima manfaat.
Selain penyaluran bantuan logistik dan medis, posko-posko bencana yang didirikan oleh BRI juga menyediakan berbagai layanan esensial. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, dapur umum yang menyediakan makanan bagi pengungsi, serta distribusi logistik yang berkelanjutan. Program Trauma Healing Anak juga menjadi prioritas, dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan berbagai mitra komunitas. Keberadaan posko-posko ini diharapkan dapat menjadi pusat pemulihan yang terpadu, khususnya bagi anak-anak, di masa-masa krusial pascabencana.
Dalam konteks yang lebih luas, permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat pascabencana seringkali menjadi tantangan besar. Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, pemerintah dan BRI berupaya menghadirkan solusi nyata untuk membantu masyarakat memulihkan dan mengembangkan kembali mata pencaharian mereka, serta membangun kembali perekonomian lokal.
Harga Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Hari Ini, 12 January 2026:

Informasi mengenai pergerakan harga saham BBRI pada tanggal 12 Januari 2026 menjadi relevan dalam konteks dukungan korporasi terhadap program-program pemulihan bencana, menunjukkan bagaimana perusahaan publik mengintegrasikan tanggung jawab sosial dengan operasional bisnisnya.





