Hujan Guyur Jabodetabek, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak dini hari hingga pagi hari, Senin, 23 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kondisi serupa akan berlanjut sepanjang hari ini di sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut data BMKG, Kabupaten Bogor serta wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, wilayah lainnya diprediksi hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menempatkan Jakarta dalam status “Waspada”, menandakan adanya potensi hujan sedang hingga lebat pada hari ini. Status ini sama seperti yang terjadi pada hari sebelumnya dan diprediksi akan terus berlanjut hingga keesokan harinya.
Sebagai perbandingan, beberapa daerah lain di Indonesia dilaporkan memiliki status “Siaga”, yang mengindikasikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Daerah-daerah tersebut meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Lebih lanjut, dalam prospek cuaca mingguan untuk periode 23-26 Februari, BMKG juga mengingatkan bahwa Jakarta berpotensi mengalami angin kencang.
Faktor-faktor Pemicu Peningkatan Curah Hujan
BMKG menjelaskan bahwa beberapa faktor atmosferik berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan yang terjadi. Salah satunya adalah fenomena La Niña yang masih berada dalam fase lemah, namun berpotensi kuat meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) terus memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi atmosfer di Indonesia. MJO berperan dalam pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah nusantara.
Lebih lanjut, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di beberapa wilayah strategis, termasuk Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, serta Samudra Hindia Barat Bengkulu. Keaktifan gelombang-gelombang ini turut memicu peningkatan kelembapan dan potensi hujan.
Monsun Asia juga dilaporkan masih aktif dan berperan penting dalam memasok massa udara serta memindahkan uap air dalam jumlah yang cukup signifikan menuju wilayah Indonesia. Ditambah lagi, terdeteksinya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat turut menambah kompleksitas pola cuaca.
Analisis dari Pakar BRIN
Erma Yulihastin, seorang peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan pandangannya terkait peningkatan hujan di wilayah selatan Indonesia. Menurutnya, penguatan Monsun Asia melalui fenomena Cross Equatorial North Surge atau seruak angin dingin dari utara yang mampu menembus garis ekuator menjadi salah satu penyebab utamanya.
Erma juga menyoroti peran penting Gelombang Rossby dan vorteks atau sirkulasi siklonik yang terdeteksi di selatan Sumba, Nusa Tenggara Timur. “Ketiganya membawa kelembapan dan memusatkan awan konveksi masih di selatan Indonesia kendati cenderung ke wilayah tenggara,” ungkapnya dalam keterangan yang dibagikan pada Minggu malam. Kombinasi fenomena-fenomena ini menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembentukan awan hujan yang lebih banyak dan intens di wilayah tersebut.
Imbauan dan Kewaspadaan di Tengah Cuaca
Mengingat potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang, masyarakat di Jabodetabek dan wilayah terdampak lainnya diimbau untuk tetap waspada. BMKG menyarankan agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca terkini dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca yang cepat.
Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Periksa kondisi drainase: Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mencegah banjir.
- Hindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat: Terutama di area yang berpotensi longsor atau banjir.
- Periksa kondisi kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama jika harus berkendara dalam kondisi hujan.
- Siapkan perlengkapan darurat: Seperti payung, jas hujan, dan senter.
- Pantau informasi cuaca: Selalu perbarui informasi dari sumber terpercaya seperti BMKG.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan keselamatan. Dengan memahami faktor-faktor penyebab dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang, masyarakat dapat mengurangi risiko dan kerugian yang mungkin timbul.





