Komitmen Polres Inhil dalam Menegakkan Disiplin dan Etik Profesi
Polres Indragiri Hilir (Inhil) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga disiplin dan kode etik profesi. Dalam upacara yang digelar di halaman Mapolres Inhil, Selasa (2/6), dua personel resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SH SIK dan dihadiri oleh Wakapolres, pejabat utama, para perwira, bintara serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Inhil.
Dua personel yang mendapat sanksi PTDH adalah Bripka Andi Roza yang bertugas di Unit Samapta Polsek Tanah Merah serta Bripka Arani Ade Candra dari Unit Samapta Polsek Gaung Anak Serka. Keduanya diberhentikan berdasarkan keputusan Kapolda Riau yang diterbitkan pada April 2026.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora menegaskan bahwa pemberhentian tidak dengan hormat merupakan bentuk ketegasan institusi terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan, kode etik profesi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Tidak ada ruang bagi pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa keputusan PTDH tidak dilakukan secara mendadak. Sebelum keputusan diambil, seluruh tahapan pemeriksaan dan pertimbangan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Farouk juga mengingatkan seluruh personel agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran penting dalam menjalankan tugas. Ia meminta setiap anggota terus meningkatkan disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi institusi Polri. Karena itu, setiap personel harus mampu menjaga nama baik organisasi melalui kinerja yang optimal, perilaku yang terpuji, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Saya tidak ingin ada lagi personel Polres Inhil yang mengakhiri kariernya dengan cara seperti ini. Jadikan momen ini sebagai cermin untuk mengevaluasi diri dan memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Upacara PTDH tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polres Inhil untuk selalu mematuhi aturan serta menjaga kehormatan institusi dalam setiap pelaksanaan tugas. Keputusan ini menunjukkan bahwa Polres Inhil serius dalam menjaga marwah dan kredibilitas lembaganya. Dengan langkah tegas ini, diharapkan bisa memberikan contoh yang baik bagi seluruh anggota lainnya.
Langkah Tegas dalam Penegakan Disiplin
Beberapa langkah yang diambil oleh Polres Inhil dalam menegakkan disiplin antara lain:
- Pemeriksaan menyeluruh: Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri akan diteliti secara mendalam dan objektif.
- Proses hukum yang transparan: Keputusan PTDH diambil setelah melalui proses hukum yang jelas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Pembelajaran bagi anggota lain: Peristiwa ini dijadikan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab setiap anggota Polri.
- Peningkatan kualitas pelayanan: Dengan disiplin yang kuat, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik dan profesional.
Dengan adanya tindakan tegas seperti ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Seluruh anggota Polres Inhil diingatkan untuk tetap menjaga sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diajarkan.





