Erin Akui Punya Bukti Soal Tuduhan Penganiayaan ART



JAKARTA – Rien Wartia Trigina atau yang lebih dikenal dengan nama Erin akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan penganiayaan terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) yang ia pekerjakan.

Erin menyatakan bahwa pihak-pihak terkait bisa membuktikan kebenaran dari tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa beberapa pihak seperti Polsek Pesanggrahan dan RW setempat telah melakukan pengecekan terkait isu ini.

“Tadi sudah ngobrol di rumah, tadi ada pihak dari Polsek, Polsek Pesanggrahan, juga tadi Pak RW juga mengecek kebenarannya,” ujar Erin saat hadir di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (30/4) dini hari.

Ia juga memastikan bahwa dirinya memiliki bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. “Kalian kan semua ada di rumah kan? Bisa dilihat buktinya, tidak ada yang aneh-aneh,” tambahnya.

Terkait dugaan penganiayaan, Erin menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV, saksi-saksi, serta keberadaan ART yang bekerja di rumahnya.

“Jadi begini, semua sudah ada bukti-buktinya. CCTV yang di rumah, saksi-saksi, ART yang ada di rumah, security terutama. Jadi, nanti biar proses,” ujar mantan istri Andre Taulany itu.

Selain itu, Erin juga memberikan klarifikasi mengenai status ART yang dituduhkan. Ia menyebut bahwa ART tersebut baru saja bekerja dengannya sekitar satu bulan.

“Baru, baru banget. Belum ada sebulan,” ucap Erin.

Adapun tudingan bahwa Erin menahan gaji ART juga disampaikan, namun Erin menolak hal tersebut. Menurutnya, karena ART belum genap sebulan bekerja, maka tudingan itu tidak relevan.

“Belum ada gajian. Belum satu bulan dan saya juga sudah bayar ke penyalur itu kan, jadi ya, kita lihat sajalah prosesnya. Pokoknya saya akan tindak lanjuti dengan tegas,” tutur Erin.

Permasalahan ini awalnya muncul dari unggahan sebuah akun Threads yang menyebut adanya dugaan penganiayaan oleh Erin terhadap karyawannya. Dalam unggahan tersebut, ditampilkan foto perempuan yang diduga sebagai korban beserta narasi tentang dugaan penganiayaan.

Akun Threads tersebut menyebut bahwa Erin diduga membanting ponsel wanita yang diduga sebagai korban, menahan baju, hingga menahan gaji.

Sejauh ini, Erin tetap menyerahkan segala proses hukum kepada pihak berwajib. Ia percaya bahwa proses hukum akan dapat menyelesaikan masalah ini secara objektif dan adil.

Pos terkait