Eva Daniel: Lomba Pidato Bahasa Inggris, Arena Eksplorasi Bakat Siswa Maumere

Ajang Bergengsi Pengasah Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Flores: Bali Nusra Education Fair 2026

Maumere, sebuah kota yang kaya akan potensi, kembali menjadi tuan rumah bagi sebuah ajang pendidikan yang luar biasa. Bali Nusra Education Fair 2026, yang puncaknya adalah English Speech Competition, telah sukses diselenggarakan di Maumere, Kabupaten Sikka. Kegiatan dua hari ini, yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026) di Aula Kherubim, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, tidak hanya menarik perhatian para siswa, tetapi juga mendapatkan apresiasi mendalam dari para pendidik.

Ajang ini dipandang sebagai platform krusial bagi para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris mereka, sekaligus membangun mental dan kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik.

Apresiasi dari Para Guru Pendamping

Salah satu sosok yang turut memberikan pandangan positif adalah Eva Daniel, seorang guru dari SMA Negeri 2 Maumere. Saat ditemui di sela-sela kesibukan acara, Eva mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyelenggaraan kompetisi ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah salah satu kesempatan emas bagi anak-anak kami untuk bisa mengeksplorasi dan menunjukkan kemampuan serta skill berbahasa Inggris mereka,” ujar Eva dengan antusias.

Lebih lanjut, Eva menekankan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya sekadar mengasah kemampuan verbal dalam bahasa Inggris, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas. Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mereka dan mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi ajang kompetitif.

Eva berharap agar English Speech Competition ini dapat dijadikan sebagai agenda tahunan. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang memiliki peluang untuk mengembangkan potensi diri, memperluas cakrawala pengetahuan, serta menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat.

Eva juga mengakui bahwa kualitas kemampuan sebagian besar peserta yang tampil di hari pertama sudah sangat baik. Namun, ia menyadari bahwa minimnya kompetisi serupa di daerah tersebut terkadang membuat sebagian siswa merasa gugup saat berada di atas panggung.

“Jika kegiatan ini diadakan secara rutin, saya yakin mereka akan lebih terbiasa dan lebih siap dalam menghadapi tantangan di berbagai event seperti ini,” tambahnya, menyiratkan harapan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas partisipasi di masa depan.

Tema-Tema Krusial untuk Masa Depan

English Speech Competition dalam rangkaian Bali Nusra Education Fair 2026 ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga mengangkat isu-isu yang sangat relevan dan penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara. Tema-tema yang diusung telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk memastikan pemahaman yang lebih luas:

  1. Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT.
    Tema ini menyoroti isu krusial mengenai perdagangan manusia yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur. Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyuarakan kepedulian dan gagasan solusi.

  2. Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan.
    Tema kedua berfokus pada pentingnya literasi dan pendidikan sebagai alat pemberdayaan, terutama bagi para migran. Ini mengajak peserta untuk berpikir tentang bagaimana pendidikan dapat mengubah nasib dan memberikan kesempatan yang lebih baik.

  3. Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT.
    Tema terakhir ini mengajak para generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan peluang di daerah asal mereka sendiri. Ini adalah seruan untuk membangun NTT dari dalam, dengan memanfaatkan potensi lokal dan semangat kewirausahaan.

Peserta dan Dukungan yang Luas

Ajang bergengsi ini diikuti oleh total 31 peserta yang berasal dari 11 SMA di seluruh Flores. Keikutsertaan mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kompetisi ini. Beberapa sekolah yang turut berpartisipasi antara lain:

  • SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
  • SMAS Katolik Frater Maumere
  • SMA Negeri 1 Maumere
  • SMA Negeri 2 Maumere
  • SMK Negeri 3 Maumere
  • SMA Negeri 1 Nita
  • SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere
  • SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
  • SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
  • SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere

Keberhasilan penyelenggaraan Bali Nusra Education Fair 2026 dan English Speech Competition ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Rangkaian acara ini disiarkan secara live streaming melalui empat platform media jejaring Tribun Network, yakni Tribun Flores, Tribun Bali, Tribun Mataram, dan Pos Kupang. Hal ini memungkinkan masyarakat luas di wilayah Bali dan Nusa Tenggara untuk turut menyaksikan dan merasakan kemeriahan acara tersebut.

Dukungan signifikan datang dari berbagai institusi pendidikan tinggi, termasuk:

  • Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
  • Universitas Nusa Nipa Maumere
  • Universitas Bali Internasional
  • Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Politeknik Cristo Re Maumere
  • Universitas Muhammadiyah Maumere
  • Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng

Tidak hanya itu, berbagai sponsor turut berperan penting dalam mensukseskan acara ini, menunjukkan komitmen mereka terhadap pengembangan pendidikan dan potensi generasi muda. Sponsor-sponsor tersebut meliputi:

  • KSP Kopdit Obor Mas Maumere
  • Kredi One
  • Telkomsel Maumere
  • BNI Maumere
  • Suzuki Maumere
  • Servvo
  • Adira Finance Maumere
  • EDSA Catering
  • Gramedia Maumere

Dukungan juga datang dari tokoh publik dan institusi pemerintah, seperti Ketua DPRD Sikka dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, serta Ewiti. Keberagaman dukungan ini menegaskan betapa pentingnya ajang ini bagi kemajuan pendidikan di Flores dan sekitarnya.

Pos terkait