Gempa 4,6 SR di Buol Sulawesi Tengah, Ini Penjelasan BMKG

Ringkasan Berita Gempa Bumi di Wilayah Buol

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 4,6 pada hari Minggu, tanggal 3 Mei 2026, pukul 06:05 WIB. Gempa ini terjadi di wilayah yang berada 318 km timur laut Kabupaten Buol, dengan koordinat 3,67 LU dan 122,31 BT. Kedalaman gempa mencapai 573 km, sehingga dampaknya tidak terasa secara signifikan di permukaan bumi.

BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis berbagai fenomena meteorologi, klimatologi, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Wilayah Buol yang diguncang gempa merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten ini berada di bagian utara Pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo di sebelah barat.

Jarak dari Buol ke ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kota Palu, sekitar 315 km secara garis lurus, dan sekitar 450–451 km jika ditempuh melalui jalan darat. Informasi terbaru dari BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi yang terjadi memiliki magnitudo 4,6. Magnitudo gempa mengacu pada ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf.

Waktu terjadinya gempa hari ini sekira pukul 06:05:58 WIB pagi. Lokasi gempa berada di titik koordinat 3,67 LU, 122,31 BT. BMKG juga menyebutkan bahwa pusat gempa terkini 2 menit yang lalu berada 318 km di timur laut Buol. Informasi tentang kedalaman gempa sekitar 573 km juga diberikan.

Untuk mendapatkan informasi lengkap soal gempa bumi di Buol hari ini, Anda dapat mengakses media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG. Pernyataan resmi dari BMKG menyebutkan:

“#Gempa Mag:4.6, 03-May-2026 06:05:58WIB, Lok:3.67LU, 122.31BT (318 km TimurLaut BUOL-SULTENG), Kedlmn:573 Km #BMKG

Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”

BMKG juga memberikan penjelasan mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk menilai dampak gempa bumi. Berikut penjelasannya:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Pos terkait