Gudang Narkoba di Pekanbaru Dibongkar, Polisi Temukan Ekstasi Logo Minion dan Tesla

Penangkapan Dua Tersangka Narkoba di Pekanbaru

Pada akhir Mei 2026, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru berhasil menangkap dua pria berinisial IF (34) dan RB (26) dalam pengungkapan kasus narkoba. Penangkapan ini terjadi setelah petugas menemukan sebuah pondok di kawasan Tenayan Raya yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan sekaligus pengemasan narkoba.

Selama operasi tersebut, polisi menyita sejumlah besar barang bukti. Jumlah pil ekstasi yang berhasil diamankan mencapai 558,5 butir dengan berbagai logo seperti Minion, Doraemon, Hello Kitty, Heineken, Tesla, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Selain itu, polisi juga menyita sabu seberat 21 gram, 80 butir Happy Five serta puluhan gram serbuk yang diduga berasal dari pil ekstasi yang telah dihancurkan.

Pengungkapan Awal dari Informasi Masyarakat

Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai aktivitas transaksi narkoba yang kerap dilakukan IF di kawasan Jalan Datuk Setia Maharaja, Kecamatan Bukit Raya. Setelah menerima informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan undercover buy. Akhirnya, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan di lokasi yang telah dipantau.

Saat penangkapan, polisi menemukan ratusan butir pil ekstasi dari berbagai merek yang disimpan dalam plastik klip. Dari hasil interogasi, IF mengaku masih menyimpan narkotika lainnya di sebuah pondok di Jalan Bukit Sentosa Ujung, Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya. Pengembangan pun dilakukan pada malam itu juga.

Penyitaan Alat dan Bahan Terkait Narkoba

Di lokasi kedua, petugas menemukan apa yang diduga sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengemasan narkoba. Selain sabu dan ratusan pil ekstasi, polisi juga menyita alat press plastik, empat timbangan digital, buku catatan serta sejumlah kotak penyimpanan.

Yang menarik, pil-pil ekstasi tersebut memiliki beragam logo dan warna. Polisi menemukan pil berlogo Kodok, Instagram, Granat, Hello Kitty, WhatsApp, Kerang, Brazil, Heineken, Minion, TMT, Robot, Superman, Rolex, Lion hingga Tesla.

Beragam Jenis Logo dan Indikasi Jaringan

Menurut AKP Noki Loviko, banyaknya variasi logo dan warna pada pil ekstasi mengindikasikan barang tersebut berasal dari beberapa produksi atau jaringan distribusi yang berbeda. Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka juga diketahui positif mengandung amphetamine dan methamphetamine berdasarkan hasil tes urine.

Polisi menduga IF berperan sebagai pengedar yang menyimpan stok narkoba dalam jumlah besar untuk diedarkan kembali. Sementara pasokan barang haram tersebut disebut berasal dari seorang pria berinisial RF yang kini masih dalam pengejaran.

Penangkapan dan Tuntutan Hukum

AKP Noki Loviko menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk memburu pemasok yang identitasnya sudah dikantongi. Kedua tersangka kini ditahan di Mapolresta Pekanbaru dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan lain yang berkaitan dengan peredaran narkotika dan psikotropika.

Keunikan Pil Ekstasi yang Ditemukan

Pil ekstasi yang ditemukan memiliki karakteristik unik, mulai dari desain, warna, hingga logo yang menyerupai merek ternama. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku tidak hanya sekadar menyediakan narkoba, tetapi juga memperhatikan aspek visual agar lebih menarik minat pengguna. Beberapa logo yang ditemukan antara lain:

  • Minion
  • Doraemon
  • Hello Kitty
  • Heineken
  • Tesla
  • Instagram
  • WhatsApp
  • Kodok
  • Granat
  • Kerang
  • Brazil
  • TMT
  • Robot
  • Superman
  • Rolex
  • Lion

Faktor yang Mendorong Peredaran Narkoba

Peredaran narkoba di Pekanbaru tidak hanya terjadi karena adanya permintaan pasar, tetapi juga didorong oleh jaringan yang cukup terorganisir. Para pelaku cenderung menggunakan strategi yang canggih, termasuk pengemasan dan branding yang menarik. Hal ini membuat narkoba semakin sulit diidentifikasi dan dicegah.

Upaya Penanggulangan oleh Polisi

Polisi terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba melalui berbagai langkah, termasuk patroli rutin, pengintaian, dan kolaborasi dengan masyarakat. Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menekan peredaran narkoba di wilayah Pekanbaru.


Pos terkait