Identitas korban tabrak lari di Bulakparen Brebes masih misteri, ini ciri-cirinya

Identitas Korban Tabrak Lari di Jalur Pantura Brebes Masih Mencurigakan

Identitas wanita korban tabrak lari yang terjadi di Jalur Pantura, Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes masih menjadi misteri. Polisi bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Brebes telah melakukan berbagai upaya identifikasi, namun hingga kini belum berhasil mengungkap identitas korban.

Pemeriksaan dilakukan melalui berbagai metode seperti sidik jari dan pengenalan wajah. Namun, hasilnya tidak menunjukkan kecocokan dengan data yang ada. Jasad korban saat ini masih disemayamkan di Kamar Jenazah RSUD Brebes.

Kepala Instalasi Kamar Jenazah RSUD Brebes, Tohir, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuhnya. “Korban mengalami luka serius pada kedua kaki. Selain itu, korban juga mengalami luka serius pada bagian tempurung kepalanya,” ujarnya Rabu (3/6/2026).

Ciri-Ciri Korban yang Diketahui

Tohir juga mengungkap beberapa ciri-ciri korban. Korban memiliki rambut beruban dengan panjang sebahu. Usia korban diperkirakan sekitar 65 tahun dan memiliki kulit sawo matang. “Mengenakan hijab berwarna hijau. Bagi yang kehilangan anggota keluarganya silahkan menghubungi RSUD Brebes,” tambahnya.

Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalur Pantura Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Brebes, kecelakaan melibatkan kendaraan bermotor yang hingga kini belum diketahui identitasnya dengan seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan. Peristiwa berawal saat kendaraan yang tidak diketahui jenis maupun nomor polisinya itu melaju dari arah barat menuju timur di jalur Pantura Brebes.

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga tidak memperhatikan adanya seorang wanita pejalan kaki penyeberang jalan. Korban diketahui sedang menyeberang dari arah utara ke selatan ketika kendaraan tersebut melintas. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari dan korban tertabrak kendaraan tersebut.

Akibat benturan keras, korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui.

Pengemudi Tidak Berhenti Setelah Kejadian

Setelah terjadi kecelakaan, pengemudi kendaraan yang terlibat tidak berhenti untuk memberikan pertolongan maupun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Pengemudi justru langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Kasus tabrak lari ini kini dalam penanganan Satlantas Polres Brebes. Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas kendaraan maupun pengemudi yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan oleh kepolisian, di antaranya melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari dan meminta keterangan dari para saksi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Korban saat ini disemayamkan di Kamar Jenazah RSUD Brebes untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zaenurrozaq saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban saat ini sedang diidentifikasi oleh Dindukcapil untuk mengetahui identitasnya,” ujarnya, Selasa pagi. Pihaknya mengimbau para pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur Pantura yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, serta mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.


Pos terkait