Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah mengajukan serangkaian usulan untuk pemberian insentif dan stimulus yang dinilai lebih efektif guna menggerakkan roda perekonomian dan menarik investor ke dalam negeri. Usulan ini muncul seiring dengan rencana pemerintah yang berencana untuk menata ulang skema insentif fiskal yang ada, termasuk tax holiday, tax allowance, dan super tax deduction. Langkah restrukturisasi ini bertujuan untuk membenahi sistem investasi dan mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang akan menerima fasilitas fiskal, sehingga pemberian insentif menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak maksimal.
Prinsip Kunci Optimalisasi Insentif
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menekankan bahwa agar dampak insentif dan stimulus benar-benar terasa optimal, dunia usaha memandang beberapa prinsip fundamental perlu dijadikan landasan utama.
-
Menyasar Struktur Beban Industri secara Mendasar
Prinsip pertama yang diusulkan adalah agar insentif diarahkan untuk mengatasi akar permasalahan struktur beban industri secara lebih mendalam. Shinta menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi dunia usaha saat ini adalah tingginya biaya operasional dalam berbagai aspek proses bisnis. Biaya-biaya ini meliputi suku bunga pembiayaan yang tinggi, harga energi yang fluktuatif, hingga ongkos logistik yang membebani.
Tanpa adanya perbaikan struktural yang signifikan pada elemen-elemen biaya ini, insentif fiskal yang diberikan berpotensi tidak akan mencapai dampak yang diharapkan secara maksimal. Oleh karena itu, Apindo mendorong agar insentif tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkontribusi pada solusi jangka panjang terhadap inefisiensi struktural yang ada. -
Fokus pada Sektor Strategis yang Tertekan
Selanjutnya, Apindo mengusulkan agar insentif difokuskan pada sektor-sektor strategis yang saat ini mengalami tekanan ekonomi paling berat. Prioritas utama diberikan kepada industri padat karya dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor-sektor ini tercatat mengalami pelemahan sepanjang tahun 2025, padahal keduanya memegang peranan krusial sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Pemberian insentif yang tepat sasaran kepada sektor padat karya dan UMKM diprediksi akan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. Efek ini akan terasa dalam penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan daya beli masyarakat, dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional secara keseluruhan. -
Efektivitas Implementasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Aspek ketiga yang disoroti oleh Apindo adalah efektivitas implementasi. Insentif hanya akan memberikan dampak yang berarti apabila proses pengajuannya mudah diakses oleh pelaku usaha, konsisten dalam penerapannya, tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, dan didukung oleh mekanisme evaluasi yang terukur.
Oleh karena itu, dunia usaha sangat mendorong adanya pengawasan dan penilaian berkala terhadap setiap fasilitas fiskal yang diberikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap insentif benar-benar memberikan nilai tambah yang konkret bagi perekonomian Indonesia, bukan sekadar menjadi beban administrasi.
Iklim Berusaha yang Kondusif sebagai Fondasi Utama
Selain fokus pada insentif fiskal, Apindo juga menekankan bahwa keberhasilan dalam menarik investasi asing dan domestik, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, sangat bergantung pada perbaikan iklim berusaha secara menyeluruh.
Shinta W. Kamdani menggarisbawahi bahwa penyederhanaan regulasi yang tumpang tindih, proses perizinan yang efisien dan tidak berbelit-belit, serta kepastian hukum yang konsisten dan dapat diandalkan adalah fondasi utama yang harus dibangun untuk menciptakan iklim usaha yang sehat.
Bagi dunia usaha, insentif fiskal yang menarik merupakan sinyal strategis yang menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menyediakan lingkungan yang kondusif bagi investasi jangka panjang. Dalam era persaingan global yang semakin ketat, insentif yang dirancang secara selektif, tepat sasaran, dan didukung oleh kepastian berusaha yang kuat, akan menjadi kunci utama untuk menarik investasi berkualitas yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Apindo berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah, memberikan masukan konstruktif mengenai elemen-elemen insentif yang perlu diperkuat. Tujuannya adalah untuk menjaga dan meningkatkan daya saing nasional Indonesia di kancah internasional, serta memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.





