Evaluasi Bali United: Tekad Bangkit di Tengah Tren Kurang Memuaskan
Bali United FC tengah berada dalam periode krusial yang menuntut evaluasi mendalam. Empat pertandingan terakhir di putaran kedua liga tanpa raihan kemenangan telah menimbulkan sorotan, namun pelatih kepala Johnny Jansen tetap menunjukkan keyakinan dan dukungan penuh terhadap skuadnya.
Setelah sempat meraih kemenangan tandang yang membanggakan atas PSM Makassar, momentum positif Bali United tampaknya terhenti. Sejak saat itu, tim yang diperkuat oleh pemain seperti Ricky Fajrin ini harus puas dengan hasil imbang melawan Semen Padang FC pada 24 Januari. Tren negatif berlanjut dengan kekalahan dari Persik Kediri (30 Januari), Persebaya Surabaya (7 Februari), dan yang terbaru dari Persija Jakarta (15 Februari).
Meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan, Johnny Jansen memilih untuk tidak menyalahkan para pemainnya. Sebaliknya, ia justru mengapresiasi semangat juang yang terus ditunjukkan oleh para penggawa Bali United. Jansen menyoroti upaya keras mereka dalam menjaga kualitas permainan, bahkan di tengah situasi yang menantang.
“Kami sempat berhasil menjadi tim yang tidak kebobolan dalam enam pertandingan beruntun, yang menunjukkan bahwa tidak ada masalah fundamental di sektor pertahanan kami. Gol-gol yang bersarang di gawang kami lebih merupakan hasil dari kualitas permainan lawan yang baik dan sedikit keberuntungan yang mereka dapatkan,” ujar Jansen, menekankan bahwa masalahnya bukan pada pertahanan itu sendiri.
Memang, lini belakang menjadi salah satu area yang paling mendapat perhatian. Dalam empat pertandingan terakhir, gawang yang dijaga oleh Mike Hauptmeijer tercatat kebobolan sebanyak 10 gol. Namun, Jansen kembali menegaskan bahwa situasi ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pertandingan dan kekuatan tim lawan yang dihadapi.
“Ketika kami menghadapi Semen Padang, gol mereka tercipta dari situasi bola mati, yaitu tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik. Kemudian, Persebaya dan Persija adalah tim-tim yang memiliki kualitas individu dan kolektif yang sangat baik. Secara keseluruhan, saya tetap merasa pertahanan kami masih solid dalam menjalankan tugasnya,” tambah pelatih asal Belanda itu, berusaha memberikan perspektif yang lebih luas.
Perlu diingat bahwa sebelum periode ini, Bali United memiliki reputasi sebagai tim yang tangguh dan sulit ditembus. Catatan nirbobol (clean sheet) yang mereka raih di paruh pertama musim menjadi bukti kehebatan lini pertahanan mereka. Beberapa pertandingan di mana mereka berhasil menjaga gawangnya tetap steril antara lain saat bermain imbang tanpa gol melawan Persis Solo (23 November 2025) dan Dewa United Banten (29 Desember 2025). Kemenangan juga diraih dengan catatan tidak kebobolan melawan Borneo FC Samarinda (30 November 2025), PSBS Biak (22 Desember 2025), Arema FC (4 Januari 2025), dan PSM Makassar (9 Januari 2025).
Kini, fokus utama Bali United adalah memulihkan kepercayaan diri tim yang sempat goyah akibat rentetan hasil minor. Selain itu, perbaikan di sektor pertahanan untuk meminimalisir kebobolan dan menjaga ketajaman lini serang agar kembali produktif dalam mencetak gol menjadi prioritas.
Pertandingan terdekat yang akan dihadapi oleh “Serdadu Tridatu” adalah sebuah laga tandang melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan ini dijadwalkan akan berlangsung pada hari Senin, 23 Februari, pukul 21.30 WITA, di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga para pendukung, tentu sangat berharap agar Bali United dapat segera kembali ke jalur kemenangan. Mengembalikan performa terbaik dan mempertahankan status sebagai tim yang sulit dibobol akan menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Johnny Jansen di sisa kompetisi ini. Perjuangan untuk bangkit dan membuktikan kualitas diri akan diuji di setiap pertandingan mendatang.





