JAKARTA – Kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat menjadi pendorong utama bagi peningkatan infrastruktur dan pasokan gas bumi sebagai salah satu komponen penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan sumber-sumber pertumbuhan baru.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang.
“Kami terus berupaya agar infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
PGN saat ini mengelola infrastruktur gas bumi terintegrasi dengan total aset sekitar 6,2 miliar dolar AS. Jaringan pipa yang dimiliki mencapai lebih dari 33 ribu kilometer dan melayani lebih dari 825 ribu pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, komersial, industri hingga pembangkit listrik. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung distribusi gas bumi nasional sekaligus mendukung berbagai aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah.
Selain itu, PGN juga menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional. Menurut Fajriyah, skala infrastruktur dan basis pelanggan yang dimiliki menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi domestik pada masa mendatang.
Proyek Strategis dan Pengembangan Pasar
Selain menjaga keandalan operasional melalui pengelolaan aset dan penerapan standar keselamatan, PGN juga terus menjalankan sejumlah proyek strategis guna memperkuat konektivitas energi nasional. Salah satunya adalah melalui PT Pertamina Gas (Pertagas) yang mendapat penugasan mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas pasokan gas antarwilayah dan memperluas pemanfaatan gas bumi domestik bagi sektor industri maupun kelistrikan. Selain itu, PGN juga terus memperluas akses terhadap sumber pasokan energi dan mengembangkan pasar baru untuk memperkuat ketahanan pasokan dalam jangka panjang.
Berkaitan dengan hal ini, PGN menjalin berbagai kerja sama strategis yang menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus meningkatkan utilisasi infrastruktur yang telah tersedia.
Kinerja Operasional dan Keuangan
Dari sisi operasional, kinerja penyaluran energi PGN masih terjaga. Pada kuartal pertama 2026, volume distribusi gas bumi tercatat mencapai 777 BBTUD, sedangkan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Capaian ini menunjukkan peran gas bumi yang masih penting dalam mendukung kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional, terutama industri dan pembangkit listrik.
PGN didukung kondisi keuangan yang dinilai cukup kuat untuk menopang agenda ekspansi dan investasi. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) perseroan berada pada level sekitar 29 persen dengan posisi kas dan setara kas mencapai sekitar 1,36 miliar dolar AS. Selain itu, rasio EBITDA terhadap beban bunga tercatat sebesar 21 kali, yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam mendukung operasional maupun pengembangan bisnis.
Komitmen kepada Pemegang Saham
Sebagai bagian dari komitmen kepada pemegang saham, PGN juga mempertahankan kebijakan pembagian dividen sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk tahun buku 2025.
Fajriyah mengatakan kebutuhan energi Indonesia diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri. Karena itu, PGN berupaya memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan, dan kapasitas penyaluran gas agar mampu mendukung kebutuhan tersebut.
“Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” kata Fajriyah.






