Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis
Korban kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, sedang dalam proses evakuasi. Sebanyak 38 orang telah dievakuasi dan empat korban meninggal dunia teridentifikasi sementara. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena banyak penumpang terjebak di gerbong yang rusak. Beberapa korban dievakuasi dengan tandu dalam kondisi lemas dan sesak napas.
Evakuasi dilakukan di tiga rumah sakit sekitar lokasi kejadian, yaitu RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan Primaya. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa para korban dievakuasi ke tiga rumah sakit tersebut. Sementara itu, VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa empat korban meninggal dunia telah teridentifikasi, meskipun identitas mereka masih dalam proses pemeriksaan.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, memberikan informasi bahwa tiga orang diketahui meninggal dunia setelah 29 penumpang berhasil dievakuasi. Proses evakuasi masih berlangsung dan kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Dasco berharap proses evakuasi dapat segera selesai.
Kecelakaan melibatkan Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Diduga, kejadian bermula ketika Commuter Line menabrak sebuah mobil taxi sebelum ditabrak oleh Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dari belakang. Seorang penumpang Commuter Line, Munir, menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Saat berhenti, Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir.
Akibat kejadian tersebut, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur. Banyak korban terjebak di dalam gerbong, sementara Munir berhasil keluar dari gerbong saat kejadian. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 20.53 WIB. Sampai saat ini, proses evakuasi terhadap para korban masih berlangsung.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan Satpol PP bekerja sama melakukan evakuasi. Di lokasi, sejumlah penumpang nampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur. Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi digotong petugas menggunakan tandu untuk segera mendapatkan penanganan medis. Para penumpang terlihat lemas dan tidak mampu berjalan, bahkan kesulitan bernafas.
Selain itu, sejumlah ambulans juga terlihat berada di kawasan Stasiun Bekasi Timur untuk membawa penumpang yang membutuhkan perawatan medis intensif. Proses evakuasi terus berlangsung di gerbong KRL. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Damkar berupaya keras melakukan evakuasi tersebut.
Pantauan di lokasi sekira pukul 23.57 WIB menunjukkan bahwa petugas terus berupaya mengeluarkan para penumpang yang masih terjebak. Proses evakuasi menjadi lebih rumit karena kondisi gerbong yang rusak dan sempitnya ruang udara di dalamnya. Dengan situasi seperti ini, diperlukan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait agar proses evakuasi bisa segera selesai.






