Pencurian Padi di Kampung Babakan Cianjur, Petani Merasa Kehilangan
Pencurian padi yang terjadi di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkon, Kabupaten Bandung Barat, menimpa petani bernama Oka Sukmana (63) dan Abah Amad (73). Kejadian ini menyebabkan kerugian sebesar Rp5 juta akibat hilangnya sekitar 5-7 karung padi yang sedang dijemur. Peristiwa ini terjadi pada dini hari Minggu (26/4/2026), saat pemilik sedang sakit dan tidak dapat melakukan pengecekan rutin.
Oka mengungkapkan bahwa padi yang telah dipanen dan dijemur selama dua hingga tiga hari itu tiba-tiba raib. Saat ia memeriksa lokasi persawahan pada pagi harinya, semua karung padi sudah tidak ada. Ia dan keluarga merasa kaget karena kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam hidup mereka.
Kemungkinan besar, pencuri menggunakan mobil bak terbuka hitam tanpa pelat nomor untuk mengangkut padi tersebut. Menurut informasi dari warga sekitar, aksi pencurian dilakukan sekitar pukul 02.00 dini hari. Namun, Oka tidak memiliki bukti kuat seperti rekaman CCTV atau saksi mata yang dapat mendukung laporan polisi.
“Tidak lapor polisi, karena tidak ada bukti,” ujar Oka. Ia menjelaskan bahwa dirinya sedang mengalami flu, pilek, dan sakit kepala pada malam kejadian, sehingga tidak bisa melakukan pengecekan seperti biasanya.
Dugaan Mobil Bak Terbuka Hitam
Cucu Puspitasari, salah satu warga setempat, mengonfirmasi adanya dugaan mobil bak terbuka hitam yang digunakan oleh para pencuri. Mobil tersebut terlihat di sekitar lokasi sekitar pukul 01.30 WIB. Ia mengatakan bahwa suaminya sempat melihat mobil tersebut saat akan berbelanja kebutuhan warung.
“Kirain teh yang ngambil jerami, tapi kok malam hari, sempet curiga,” kata Cucu. Ia hanya menyadari adanya pencurian setelah pagi hari, ketika warga setempat mulai ramai membicarakan kehilangan padi milik Oka dan Amad.
Viral di Media Sosial
Kejadian ini viral di media sosial setelah video yang beredar menunjukkan para petani duduk termenung melihat padi yang telah hilang. Video tersebut juga menyertakan ucapan seperti “Sing sabar mamah (Sabar mamah), pare ker dipoe dipaling (Padi lagi dijemur dimaling), ya Allah.”
Oka hanya bisa tersenyum pahit saat menceritakan perihal kehilangan padi yang telah dipanen di Kampung Babakan Cianjur. Ia dan keluarganya harus menerima kenyataan bahwa upaya mereka untuk menangani kehilangan ini sangat terbatas.
Tindakan yang Dilakukan
Meskipun peristiwa ini menarik perhatian masyarakat luas, Oka dan keluarganya masih enggan melaporkannya ke pihak berwajib. Mereka merasa tidak memiliki cukup bukti untuk memperkuat laporan tersebut. Selain itu, kondisi kesehatan Oka juga menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan ini.
Warga sekitar berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga berharap pihak berwenang dapat lebih proaktif dalam memberikan perlindungan kepada petani, terutama di daerah yang rentan terhadap tindak kejahatan.






