Kurma: Buah Kesukaan Nabi dengan Fakta Mengejutkan

Siapa yang tak kenal dengan buah kurma? Buah manis berwarna cokelat ini selalu menjadi primadona, terutama saat bulan Ramadan tiba. Dikenal sebagai buah kesukaan Nabi Muhammad SAW, kurma ternyata menyimpan segudang manfaat gizi yang luar biasa. Hal ini diungkapkan oleh seorang influencer kesehatan sekaligus dokter, dr. Tirta Mandira Hudhi, yang akrab disapa dr. Tirta.

Dalam sebuah perbincangan, dr. Tirta membeberkan fakta menarik bahwa mengonsumsi tiga butir kurma memiliki kandungan kalori yang setara dengan sepiring nasi. Berdasarkan analisisnya terhadap berbagai jurnal ilmiah, satu butir kurma berukuran besar, seperti jenis Medjool dengan berat sekitar 50 gram, memiliki kepadatan kalori yang tinggi.

“Jika Anda mengonsumsi 2 hingga 3 butir kurma, kalorinya bisa berkisar antara 170 hingga 210 kalori, yang setara dengan sepiring nasi,” ujar dr. Tirta dalam sebuah tayangan di kanal YouTube.

Meskipun memiliki kandungan kalori yang terbilang tinggi, bukan berarti kita harus waspada berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Hal ini dikarenakan kalori dalam kurma hadir bersamaan dengan kelengkapan nutrisi. Terlebih lagi, jenis gula yang terkandung dalam kurma adalah gula alami yang aman dikonsumsi dan tidak membebani kerja organ pankreas.

Kandungan Gizi Unggul dalam Buah Kurma

Kurma kaya akan berbagai nutrisi penting yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan seratnya yang tinggi, mencapai 4 gram per sajian, sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, kurma juga merupakan sumber yang kaya akan:

  • Kalium: Penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi otot.
  • Magnesium: Berperan dalam ratusan reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk produksi energi dan fungsi saraf.
  • Kalsium: Penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
  • Protein: Meskipun dalam jumlah kecil (sekitar 1 gram), protein tetap berkontribusi pada asupan nutrisi harian.
  • Karbohidrat: Menjadi sumber energi utama, dengan kandungan sekitar 39 gram per sajian.

Berkat kandungan energinya yang cepat diserap oleh tubuh namun memberikan rasa kenyang yang tahan lama berkat serat, dr. Tirta merekomendasikan kurma tidak hanya untuk dikonsumsi saat berpuasa, tetapi juga sebagai pilihan Pre-Workout Meal (PWO) sebelum melakukan aktivitas fisik berat, seperti lari maraton atau long run.

Panduan Konsumsi Kurma yang Tepat

Dr. Tirta memberikan panduan praktis mengenai cara mengonsumsi kurma yang optimal, baik saat berbuka puasa maupun sahur:

  1. Saat Berbuka Puasa:
    Saat adzan Maghrib berkumandang, disarankan untuk tidak langsung mengonsumsi minuman manis seperti es buah yang menggunakan sirup. Dr. Tirta menyebut minuman bersirup ini sebagai “bom gula” yang dapat membahayakan tubuh setelah perut kosong seharian.

    • “Batalkan puasa dengan 3 butir kurma dan air mineral. Itu sudah cukup. Setelah itu, tunaikan shalat Maghrib, baru kemudian makan makanan berat. Makan terakhir setelah Tarawih sebaiknya tidak mengandung banyak karbohidrat,” demikian saran dr. Tirta.
  2. Saat Sahur:
    Untuk menjaga stamina dan kekuatan sepanjang hari saat berpuasa, menu sahur yang disarankan oleh dr. Tirta sangatlah sederhana namun efektif. Kombinasi lemak sehat, sumber energi cepat, dan hidrasi yang cukup adalah kuncinya.

    • “Saat sahur, konsumsi alpukat, tiga butir kurma, ditambah dengan air mineral dan cairan elektrolit,” tambahnya.

Perhatian Penting Saat Memilih Kurma

Di akhir penjelasannya, dr. Tirta memberikan peringatan keras bagi para penggemar buah kurma. Ia menekankan pentingnya memilih kurma yang berkualitas dan asli.

“Pilihlah kurma yang original. Hindari kurma yang ditambahkan gula tambahan. Di pasaran, ada beberapa jenis kurma yang diberi sirup fruktosa agar terlihat lebih manis,” tegasnya. Memilih kurma yang alami akan memastikan Anda mendapatkan semua manfaat gizi tanpa tambahan gula yang tidak perlu.

Pos terkait