Lebaran: Gratis Transportasi Publik Seluruh Layanan, Termasuk Transjabodetabek

Transjakarta Hadirkan Tarif Khusus Rp1 untuk Seluruh Layanan Selama Idulfitri

Jakarta – Kabar gembira menyambut perayaan Idulfitri tahun ini. PT Transjakarta secara resmi akan memberlakukan tarif khusus sebesar Rp1 untuk seluruh layanan transportasi publik yang mereka operasikan. Kebijakan menarik ini tidak hanya berlaku untuk rute dalam kota Jakarta, tetapi juga mencakup layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, memberikan konfirmasi bahwa kebijakan tarif khusus ini akan diterapkan secara menyeluruh, tanpa ada pengecualian untuk layanan apapun. “Jika kita melihat pelaksanaan layanan gratis, itu mencakup semua layanan Transjakarta. Jadi, termasuk Transjabodetabek, kemudian layanan BRT, dan non-BRT, semuanya sama, masuk dalam kebijakan ini,” tegas Welfizon, Rabu (4/3/2026).

Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mendorong masyarakat untuk lebih aktif menggunakan transportasi publik, terutama pada momen-momen penting seperti hari besar keagamaan.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam Mendorong Transportasi Publik di Hari Besar

Welfizon menjelaskan lebih lanjut bahwa kebijakan penggratisan atau pemberian tarif khusus untuk transportasi publik pada hari-hari besar telah diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Hal ini merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan hari-hari besar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi.

“Pada Lebaran sebelumnya, saat acara Ramadhan Festival, Bapak Gubernur sudah menyampaikan bahwa transportasi publik akan digratiskan. Jadi, kita tinggal menunggu pengumuman lebih lanjut mengenai durasi pelaksanaannya, apakah berapa hari, dan tanggal pastinya. Nanti kita akan lihat detailnya,” ungkap Welfizon.

Ia menambahkan bahwa komitmen ini bukanlah hal baru, melainkan telah menjadi tradisi yang konsisten diterapkan sejak perayaan hari besar sebelumnya. “Komitmen untuk selalu mengedepankan transportasi publik di hari-hari besar sudah diumumkan untuk digratiskan,” tandasnya.

Rp0 Tarifnya, Namun Sistem Tetap Tercatat Rp1

Meskipun secara operasional layanan ini disebut gratis, Welfizon memberikan penjelasan teknis mengenai pencatatan tarifnya. Secara sistem, meskipun tidak ada biaya yang dibebankan kepada penumpang, tetap akan tercatat sebagai transaksi senilai Rp1.

“Secara sistem di Transjakarta, MRT, dan layanan lainnya, meskipun tarifnya Rp0, tetap harus ada nilai yang tercatat. Oleh karena itu, tarifnya menjadi Rp1. Jadi, baik Rp1 maupun Rp0, secara nominal rupiahnya tidak terlalu jauh berbeda,” jelasnya.

Ia merinci bahwa penyesuaian menjadi Rp1 ini murni disebabkan oleh mekanisme teknologi transaksi menggunakan kartu elektronik. “Namun, secara teknologi, karena memang harus ada proses transfer sejumlah rupiah dari kartu, maka konversi dari Rp0 menjadi Rp1 dilakukan,” terangnya.

Menanti Surat Keputusan (SK) Dinas Perhubungan

Mengenai tanggal pasti pelaksanaan layanan khusus ini, pihak Transjakarta masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Pengumuman resmi dan penetapan tanggal akan dikeluarkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas.

“Tanggal pelaksanaannya tentu akan mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu apakah nanti tanggal 1 Syawal atau tanggal berapa, apakah tanggal 1 dan 2 Lebaran, nanti kita lihat,” kata Welfizon.

Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat tidak hanya dapat melakukan perjalanan di dalam wilayah DKI Jakarta secara gratis atau dengan tarif sangat terjangkau, tetapi juga dapat menjangkau wilayah penyangga melalui layanan Transjabodetabek tanpa dikenakan biaya selama periode Idulfitri. Ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam merayakan hari raya bersama keluarga dan kerabat.

Pos terkait