Maut Menjemput: Detik Terakhir Pria Jatuh ke Lubang Proyek Solo Usai Beli Obat

Tragedi di Solo: Pria Paruh Baya Meninggal Dunia Setelah Terjatuh ke Lubang Proyek

Sebuah peristiwa tragis menggemparkan kawasan Jalan Kapten Piere Tendean, Nusukan, Banjarsari, Solo, pada Senin sore, 1 Juni 2026. Seorang pria paruh baya dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek yang menganga di depan sebuah apotek. Insiden ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat setempat.

Korban yang teridentifikasi bernama Irawan, berusia 57 tahun, adalah warga Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kronologi kejadian bermula ketika korban mendatangi sebuah apotek di kawasan tersebut sekitar pukul 16.30 WIB.

Kronologi Kejadian: Dari Keluhan Nyeri Hingga Terjatuh

Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, yang memberikan keterangan mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menjelaskan bahwa korban datang ke apotek dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil. Berdasarkan kesaksian dari salah seorang pegawai apotek, Irawan mengeluhkan rasa nyeri yang hebat pada bagian perut hingga ulu hati.

Ketika ditanya oleh petugas apotek mengenai riwayat penyakit seperti maag atau asam lambung, korban justru menyatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Setelah menjalani konsultasi singkat, Irawan memutuskan untuk membeli obat pereda nyeri jenis Spasminal.

Transaksi pembayaran pun selesai dilakukan. Namun, nasib nahas segera menimpa Irawan sesaat setelah ia melangkah keluar dari apotek menuju area parkir. Di depan bangunan tersebut, tengah berlangsung sebuah proyek yang menyebabkan adanya lubang besar. Sebuah jembatan darurat atau penyeberangan sementara dipasang melintasi lubang tersebut untuk memudahkan akses.

Saat mencoba melintasi jembatan darurat inilah, Irawan kehilangan keseimbangan secara mendadak. Saksi mata yang berada di lokasi kejadian melihat korban terhuyung-huyung. Dalam beberapa detik yang menegangkan, Irawan terjatuh ke arah kiri dan terperosok ke dalam selokan atau lubang proyek yang sedang dikerjakan.

Evakuasi dan Penanganan Awal

Insiden tersebut disaksikan langsung oleh pegawai apotek yang berada di dekat lokasi. Spontan, mereka berteriak meminta pertolongan, yang segera menarik perhatian warga sekitar. Kerumunan warga pun bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap korban.

Tim kepolisian dari Polresta Surakarta dan Polsek Banjarsari segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan menganalisis jalannya peristiwa. Selain itu, pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik korban juga dilakukan di tempat kejadian.

Hasil Pemeriksaan Polisi: Murni Kecelakaan

Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini mengindikasikan bahwa kematian Irawan diduga murni akibat kecelakaan atau kondisi kesehatannya yang mendadak memburuk, bukan karena tindak kriminalitas.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Harno, memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian.

Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah Irawan beserta sepeda motor yang dikendarainya langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Duka Tiongting, Jebres, Kota Surakarta, untuk proses persemayaman lebih lanjut sebelum dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di area publik, terutama saat adanya proyek pembangunan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pengawasan yang lebih ketat dan pemasangan rambu peringatan yang memadai di sekitar lokasi proyek sangat krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pos terkait