Mawa Tolak Rujuk: Takut Tertular Penyakit Kelamin dari Fahmi

Keputusan influencer Wardatina Mawa untuk mengakhiri pernikahannya dengan Insanul Fahmi, yang telah terjalin selama kurang lebih tujuh tahun, tampaknya telah bulat sejak awal. Keputusan ini didasari oleh rasa kecewa mendalam akibat pengkhianatan yang ia rasakan.

Dalam sebuah kesempatan yang terekam dalam podcast bersama Denny Sumargo beberapa bulan lalu, Mawa telah secara tegas menyatakan niatnya untuk berpisah. Kekhawatiran akan potensi tertular penyakit menular seksual menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusannya, mengingat sang suami diketahuinya menjalin hubungan dengan wanita lain. Sikap tegas ini kini diperkuat dengan langkah hukum yang diambilnya.

Gugatan Cerai Diajukan ke Pengadilan Agama

Pada tanggal 26 Februari 2026, Mawa secara resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan. Mawa mengungkapkan rasa leganya setelah mengambil langkah ini, bahkan menyebutkan bahwa tanggal pengajuannya bertepatan dengan hari pernikahan Virgoun, sebuah kebetulan yang ia anggap sebagai takdir.

“Itu bertepatan dengan pernikahannya bang V (Virgoun) ya. Aku juga nggak tahu itu kebetulan banget, qadarullah. Lega banget, alhamdulillah (gugat cerai),” ujar Mawa saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (03/03). Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses hukum yang ia tempuh memberikan kelegaan emosional yang signifikan baginya.

Memberikan Restu untuk Hubungan Baru

Yang menarik dari sikap Mawa adalah kesiapannya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Insanul Fahmi untuk melanjutkan hidupnya, bahkan bersama wanita lain, yaitu Inara Rusli. Mawa menyatakan bahwa ia siap mengalah demi kebahagiaan mereka.

“Kalau mereka mau bersama, nggak apa-apa bersama saja. Aku sudah ikhlas, nggak masalah gitu,” tuturnya, sebagai seorang ibu dari satu orang anak. Sikap lapang dada ini menunjukkan bahwa Mawa telah mencapai titik penerimaan diri dan melepaskan beban masa lalu.

Mawa menegaskan kembali bahwa ia tidak memiliki masalah sedikit pun jika Insanul Fahmi dan Inara Rusli memilih untuk membangun rumah tangga bersama. Baginya, yang terpenting adalah ia telah benar-benar sampai pada tahap merelakan dan mengikhlaskan segala yang telah terjadi.

“Kalau kalian mau bersama, silakan. Aku nggak apa-apa, aku benar-benar sudah ikhlas. Sudah ambil saja, semoga kalian bahagia,” doa tulus Mawa terucap untuk Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Doa ini mencerminkan kedewasaan emosional dan keinginan untuk melihat kebahagiaan orang lain, meskipun dalam situasi yang sulit.

Harapan Proses Perceraian yang Lancar

Wardatina Mawa memiliki harapan besar agar proses perceraiannya dapat berjalan dengan cepat. Ia sangat menginginkan agar dirinya segera sah secara hukum terlepas dari ikatan pernikahan dengan Insanul Fahmi. Keinginan ini bukan semata-mata untuk mengakhiri hubungan, tetapi juga untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan status yang jelas.

Lebih lanjut, Mawa memastikan bahwa ia tidak akan mempersulit Insanul Fahmi untuk bertemu dengan anak mereka setelah perceraian resmi disahkan. Ia memahami bahwa terlepas dari apapun yang terjadi dalam rumah tangga mereka, Insanul Fahmi tetaplah ayah biologis dari buah hati mereka. Komitmen untuk menjaga hubungan baik demi sang anak menjadi prioritas utama Mawa.

Pos terkait