Perombakan Besar di Badan Gizi Nasional: Mayjen TNI Trenggono Jabat Wakil Kepala, Dadan Hindayana Dicopot
Sebuah perombakan signifikan terjadi di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul penunjukan baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Mayjen TNI Trenggono kini resmi menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, mengisi posisi yang sebelumnya kosong. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers di Istana Negara, Jakarta.
Pergantian ini juga menandai dicopotnya sejumlah pejabat lama, termasuk Kepala BGN, Dadan Hindayana. Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, juga turut dicopot dari posisi mereka. Sementara itu, Nanik S. Deyang diangkat sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Sosok Mayjen TNI Trenggono: Perwira TNI yang Kini Memegang Peran Strategis di BGN
Mayjen TNI Trenggono adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) yang rekam jejaknya tidak asing di dunia profesional. Sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis di BGN, beliau pernah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas Pangan Nusantara. Penunjukannya sebagai Wakil Kepala BGN ini menegaskan adanya kolaborasi antara sektor pertahanan dan lembaga pemerintah sipil untuk memperkuat pengelolaan gizi nasional.
Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana dan Pimpinan BGN Lainnya
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perombakan di BGN ini merupakan hasil dari proses monitoring dan evaluasi yang telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun. Keputusan pencopotan Dadan Hindayana beserta dua wakilnya didasarkan pada sejumlah catatan penting yang perlu segera diperbaiki.
Beberapa alasan spesifik yang diungkapkan meliputi:
- Kedisiplinan dalam Menjalankan SOP: Terdapat catatan mengenai kedisiplinan dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berkaitan dengan tata kelola makanan. Kepatuhan terhadap SOP dianggap krusial untuk menjaga standar dan kualitas.
- Tata Kelola: Aspek tata kelola secara umum juga menjadi sorotan. Perbaikan dalam sistem dan prosedur pengelolaan di BGN diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
- Menjaga Kualitas Makanan: Salah satu poin penting adalah kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Kualitas makanan yang baik sangat fundamental bagi kesehatan masyarakat.
Prasetyo Hadi menyatakan harapannya agar para pimpinan BGN yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya, serta mampu mengatasi catatan-catatan yang ada untuk perbaikan di masa mendatang.
Kasus Sindikat Love Scamming di Jawa Tengah: Terungkapnya Peran Mantan Istri Artis sebagai Model Video Call
Di sisi lain, sebuah kasus dugaan penipuan berkedok hubungan asmara atau love scamming yang beroperasi di wilayah Sukoharjo dan Surakarta, Jawa Tengah, berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Kasus ini menghebohkan karena mengungkap keterlibatan seorang perempuan berinisial F, yang diduga memiliki peran kunci dalam modus operandi sindikat tersebut.
Berdasarkan ciri fisik yang teridentifikasi, seperti tato salib di leher dan beberapa tato di tangan, muncul dugaan kuat bahwa F adalah Fabiola Elizabeth, yang dikenal sebagai mantan istri dari artis Reza Smash. Pernikahan mereka berlangsung pada September 2018 dan berakhir dengan perceraian pada tahun 2020. Hingga kini, pihak kepolisian masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas pasti perempuan tersebut.
Modus Operandi yang Canggih dan Peran Kunci “Model”
Dalam sindikat love scamming ini, perempuan berinisial F diduga memainkan peran krusial sebagai “model” yang tampil dalam panggilan video dengan para korban. Modus ini dirancang untuk meyakinkan korban, terutama yang berada di luar negeri, bahwa orang yang selama ini mereka ajak berkomunikasi adalah sosok yang nyata. Dengan demikian, korban menjadi semakin percaya dan mudah terjebak dalam skenario penipuan yang telah disusun oleh para pelaku.
Saat pengungkapan kasus, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mencengangkan, antara lain:
- Puluhan unit ponsel
- Komputer dan monitor
- Laptop
- Buku panduan percakapan yang digunakan untuk memanipulasi korban
Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, menjelaskan bahwa peran F sangat vital. Tim pemasaran bertugas mencari dan membangun komunikasi awal dengan calon korban. Namun, ketika korban membutuhkan verifikasi identitas atau keyakinan lebih lanjut, F akan tampil melalui panggilan video. “Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban. Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model,” ujar Kombes Himawan.
Keberadaan “model” seperti F ini menjadi elemen penting dalam memperkuat hubungan emosional yang telah dibangun oleh operator pemasaran. Hal ini bertujuan agar korban lebih cepat terpengaruh dan segera melakukan investasi atau mentransfer dana sesuai tawaran yang diberikan oleh sindikat. Skema penipuan ini menunjukkan betapa canggihnya modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi kepercayaan korban.






