Mbappe Dituding Picu Penolakan Hormat Madrid untuk Barca

Kontroversi Kylian Mbappe dalam Perayaan Gelar Barcelona di Piala Super Spanyol 2026

Momen perayaan gelar juara Piala Super Spanyol 2026 oleh Barcelona di Jeddah pada Minggu (11/1/2026) diwarnai oleh kontroversi yang melibatkan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe. Meski tidak mencetak gol dalam pertandingan final tersebut, kehadiran dan tindakan Mbappe menjadi sorotan utama, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan media.

Mbappe, kapten tim nasional Prancis, dilaporkan melakukan aksi yang dianggap tidak sportif setelah pertandingan. Alih-alih memberikan penghormatan kepada Barcelona sebagai juara, Mbappe diduga mencegah rekan-rekannya di Real Madrid untuk melakukan pasillo atau guard of honour, sebuah tradisi di mana tim yang kalah berbaris memberikan apresiasi kepada tim yang menang.

Dalam rekaman yang beredar, setelah menerima medali sebagai tim runner-up, Mbappe terlihat berbicara dengan rekan satu timnya, termasuk bek Raul Asencio. Gestur tangannya menunjukkan ketidaksenangan dan rasa frustrasi. Ia tampaknya memberi isyarat agar para pemain Real Madrid segera meninggalkan lapangan dan kembali ke ruang ganti, menghindari momen perayaan Barcelona di podium.

Tindakan ini menuai kecaman keras, terutama dari para penggemar Barcelona dan sejumlah media olahraga Spanyol. Mereka menganggap gestur Mbappe sebagai bentuk ketidakpantasan dan ketidakdewasaan.

  • Kritik dari Penggemar dan Media:
    • Banyak yang menyatakan bahwa Real Madrid seharusnya tidak perlu memberikan penghormatan kepada Barcelona, namun tindakan Mbappe dianggap tetap tidak pantas.
    • Jurnalis Spanyol, Alfredo Martinez, melalui akun X-nya, menyebut tindakan Mbappe “tidak dapat dijelaskan” dan “tidak pantas.”

Martinez juga menambahkan bahwa ada informasi yang beredar bahwa Federasi Sepak Bola Spanyol lah yang memerintahkan tim Real Madrid untuk pindah ke area lain, bukan sepenuhnya inisiatif Mbappe. Namun, ia mempertanyakan alasan di balik perpindahan tersebut, terutama jika itu dimaksudkan untuk menghindari kamera saat Barcelona merayakan.

Alur Kejadian Sebelum Gestur Kontroversial

Sebelum insiden yang melibatkan Mbappe, beberapa pemain Real Madrid memang terlihat langsung meninggalkan lapangan segera setelah wasit meniup peluit akhir. Saat para pemain Barcelona berkumpul untuk merayakan kemenangan, sebagian pemain Madrid sudah bergerak menuju ruang ganti.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, kemudian terlihat memanggil anak-anak asuhnya untuk kembali ke lapangan agar dapat mengikuti protokol pemberian medali. Hal ini menunjukkan bahwa tim secara kolektif sempat enggan untuk merayakan kemenangan lawan, namun kemudian diarahkan untuk tetap mengikuti prosedur.

Peran Mbappe dalam Pertandingan

Di luar kontroversi gesturnya, kehadiran Kylian Mbappe dalam pertandingan final tersebut memang cukup terbatas. Ia baru diturunkan pada seperempat jam terakhir pertandingan. Kembalinya Mbappe ke lapangan terjadi setelah ia sempat dibekap cedera lutut menjelang akhir tahun sebelumnya.

Penampilan singkat Mbappe tidak mampu mengubah jalannya pertandingan yang sudah tertinggal bagi Real Madrid. Sebelum ia masuk, Real Madrid sudah tertinggal 2-3 dari Barcelona. Gol kemenangan Barcelona dicetak oleh Raphinha pada menit ke-73, dan kedudukan tersebut bertahan hingga akhir laga.

Pengakuan Pelatih Xabi Alonso

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa keputusan untuk menurunkan Mbappe seharusnya dilakukan lebih awal, sebelum gol penentu dari Raphinha tercipta. Namun, ia beralasan tidak ingin mengambil risiko lebih jauh mengingat kondisi fisik sang penyerang yang belum sepenuhnya prima.

“Kylian seharusnya masuk lapangan tepat sebelum kami kebobolan gol 2-3,” ujar Xabi Alonso, seperti dikutip dari Marca. Ia menjelaskan bahwa tujuannya menurunkan Mbappe adalah untuk menciptakan ketidakseimbangan bagi lawan, memberikan ancaman, dan membantu kolaborasi antara lini pertahanan dan ruang kosong.

“Dia memberikan hal itu walaupun sedikit. Sayang sekali kami sudah tertinggal di papan skor,” tambahnya, menyayangkan momen tersebut. Pengakuan ini mengindikasikan adanya pertimbangan taktis dan kesehatan yang memengaruhi keputusan pelatih terkait penggunaan pemain bintangnya.

Kontroversi yang melibatkan Mbappe ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Piala Super Spanyol, menyoroti dinamika persaingan sengit antara dua klub raksasa Spanyol dan implikasi emosional yang menyertainya, bahkan di luar lapangan hijau.

Pos terkait