Upaya Pencarian Made Dibya Dihentikan Setelah Tujuh Hari Tanpa Hasil
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) telah menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap Made Dibya (84), seorang laki-laki lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali pada Sabtu 2 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama tujuh hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Menurut Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, hingga pencarian terakhir hari ini, Tim SAR Gabungan belum menemukan indikasi bahwa korban ditemukan. “Sampai pencarian terakhir hari ini, Tim SAR Gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” katanya.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat, dan keluarga korban telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban. Namun, hasil pencarian tetap nihil.
Selain itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Nengah Susana Yasa (61), juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian. Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses pencarian menjadi lebih sulit.
Kendala Cuaca dan Keterbatasan Jarak Pandang
Curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang Tim SAR Gabungan menjadi terbatas. Hal ini memperparah kesulitan dalam melanjutkan pencarian korban.
Menurut regulasi Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014, Tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR Gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan. “Sesuai dengan regulasi tersebut, pencarian kami hentikan,” ujar Juni Antara.
Namun, meskipun pencarian resmi dihentikan, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.
Ucapan Terima Kasih dan Koordinasi Lanjutan
I Wayan Juni Antara menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini,” ucapnya.
Pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemandu-pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Proses Pencarian yang Dilakukan
- Tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai elemen seperti TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat, dan keluarga korban.
- Area yang disisir mencakup hutan dan perbukitan yang dicurigai sebagai titik hilangnya korban.
- Saksi mata, Nengah Susana Yasa, turut serta dalam upaya pencarian.
- Cuaca yang buruk dengan curah hujan tinggi dan kabut memperburuk kondisi pencarian.
- Pencarian dihentikan sesuai regulasi undang-undang jika selama tujuh hari tidak ada hasil.






