Pernikahan Unik di Thailand: Seorang Perempuan Mempersunting Dua Pria Sekaligus
Sebuah kisah pernikahan yang tak lazim telah menarik perhatian publik dari Thailand. Duangduan Ketsaro secara resmi melangsungkan pernikahan dengan dua pria sekaligus dalam satu upacara sakral yang diselenggarakan pada 28 Februari 2026 di Distrik Prakhon Chai, Thailand. Prosesi yang digelar secara sederhana ini dihadiri oleh keluarga serta kerabat terdekat dari ketiga mempelai.
Fenomena pernikahan semacam ini tentu terdengar tidak umum, terutama jika dibandingkan dengan norma yang berlaku di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, di balik keunikan ini, terdapat cerita tentang kesepakatan bersama yang dibangun atas dasar komunikasi terbuka dan rasa saling pengertian yang mendalam. Bagaimana kisah ini bermula dan apa saja fakta menarik di baliknya?
Awal Mula Hubungan yang Tak Biasa
Duangduan Ketsaro dikenal sebagai seorang penyanyi di daerahnya. Dalam perjalanan hidupnya, takdir mempertemukannya dengan Roman, seorang pensiunan polisi asal Austria, saat ia bekerja di Pattaya. Hubungan mereka berkembang menjadi serius, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal bersama selama lima tahun.
Di tengah perjalanan hubungan dengan Roman, Duangduan kemudian mengenal Macky, seorang polisi Austria yang masih aktif bertugas. Hubungan dengan Macky terjalin kurang lebih selama satu tahun. Alih-alih memicu konflik atau kecemburuan, situasi yang tak biasa ini justru mendorong ketiganya untuk duduk bersama. Mereka memilih untuk membicarakan perasaan masing-masing dan situasi yang sedang dihadapi secara terbuka dan jujur. Diskusi ini menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
Keputusan yang Diambil Melalui Diskusi Matang dan Restu Keluarga
Keputusan untuk membangun sebuah keluarga bersama, dengan Duangduan sebagai pusatnya dan dua pria sebagai suaminya, bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa atau tanpa pertimbangan. Duangduan mengaku bahwa sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ia telah meminta pendapat dan persetujuan dari anak-anaknya serta orang tuanya.
Menariknya, respons dari keluarga ternyata sangat positif. Kedua pria yang akan menjadi pendamping hidup Duangduan dinilai sebagai sosok yang bertanggung jawab dan bahkan turut membantu dalam kehidupan keluarga Duangduan. Sang ibu Duangduan, yang berusia 61 tahun, menyampaikan bahwa prioritas utamanya adalah melihat putrinya bahagia, terutama setelah Duangduan melewati berbagai kesulitan hidup di masa lalu. Dukungan keluarga ini menjadi pilar penting yang memungkinkan pernikahan unik ini terwujud.

Mahar Pernikahan yang Fantastis
Dalam prosesi pernikahan yang penuh makna tersebut, masing-masing mempelai pria memberikan mahar kepada Duangduan. Mahar yang diberikan oleh Roman dan Macky masing-masing adalah sebesar 1 juta Baht Thailand, yang jika dikonversikan ke dalam Rupiah setara dengan sekitar Rp536 juta. Dengan demikian, total mahar yang diterima oleh Duangduan dalam pernikahan ini mencapai 2 juta Baht, atau lebih dari Rp1 miliar.
Sebelum memulai kehidupan baru dengan Roman dan Macky, Duangduan diketahui pernah membina rumah tangga sebelumnya. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai tiga orang anak perempuan dan kini telah memiliki dua orang cucu. Setelah berakhirnya pernikahan sebelumnya, Duangduan berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan bekerja keras. Kini, ia memilih untuk membangun kembali kehidupannya dengan cara yang ia yakini akan membawa kebahagiaan, stabilitas, dan cinta yang utuh bagi dirinya dan keluarganya.

Kisah Duangduan, Roman, dan Macky ini menjadi bukti bahwa cinta dan hubungan dapat mengambil berbagai bentuk yang tak terduga, asalkan dibangun di atas fondasi kejujuran, komunikasi, dan penerimaan dari orang-orang terkasih. Pernikahan ini tidak hanya unik secara struktural, tetapi juga menunjukkan kekuatan kesepakatan dan kebahagiaan yang dicari bersama.





