Optimalisasi TPA Sarimukti Dimulai 2027, DLH Jabar Kekurangan Dana dan Waktu



Jabar, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memperkirakan bahwa beberapa pekerjaan fisik untuk optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat baru akan dapat direalisasikan pada tahun 2027.

Keterbatasan anggaran serta waktu pelaksanaan dalam tahun anggaran berjalan menjadi faktor utama yang menyebabkan penundaan tersebut. Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik yang direncanakan meliputi pembangunan tanggul dan penataan zona pembuangan guna menjaga keberlanjutan operasional TPA Sarimukti sebagai lokasi pembuangan sampah regional Bandung Raya.

“Kemungkinan pekerjaan fisik seperti itu baru bisa dilaksanakan pada APBD murni tahun 2027,” ujar Arief.

Menurut Arief, kebutuhan penataan fisik semakin mendesak karena beberapa zona eksisting di TPA Sarimukti telah mendekati kapasitas maksimal. Kondisi tersebut mengharuskan pengelola menyiapkan area baru yang aman untuk menampung sampah dalam jangka menengah.

Ia menjelaskan salah satu skenario yang telah disiapkan adalah memanfaatkan kembali zona 3 dan zona 4 setelah kapasitas zona aktif saat ini, yakni zona 5, mencapai batas maksimal.

“Kalau zona 5 sudah penuh, kemungkinan operasional akan kembali ke zona 3 dan zona 4, tetapi kedua zona tersebut harus dibangun tanggul terlebih dahulu agar aman dan tidak menimbulkan risiko longsor,” katanya.

DLH Jawa Barat sebenarnya telah menyiapkan perencanaan optimalisasi melalui dokumen Detail Engineering Design (DED). Namun, pelaksanaan konstruksi masih bergantung pada ketersediaan anggaran yang memadai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain faktor pendanaan, keterbatasan waktu pada tahun anggaran berjalan juga menjadi kendala. Menurut Arief, proses pengadaan, lelang, hingga pelaksanaan konstruksi membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga sulit direalisasikan dalam sisa waktu yang tersedia.

“Waktu yang ada tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan, mulai dari proses lelang hingga pekerjaan konstruksi di lapangan,” ujarnya.

Sambil menunggu realisasi pembangunan fisik, pengelola TPA Sarimukti akan melakukan berbagai langkah optimalisasi operasional. Upaya tersebut antara lain melalui penataan area pembuangan, pemadatan sampah secara maksimal, serta pemanfaatan alat berat yang tersedia guna memperpanjang usia layanan tempat pembuangan akhir tersebut.

TPA Sarimukti selama ini menjadi fasilitas pengelolaan sampah utama yang melayani wilayah Bandung Raya. Oleh karena itu, keberlanjutan operasional dan peningkatan kapasitas menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga sistem pengelolaan sampah tetap berjalan secara optimal.

Faktor Penyebab Penundaan Pekerjaan Fisik

Beberapa faktor utama yang menyebabkan penundaan pekerjaan fisik di TPA Sarimukti antara lain:

Keterbatasan anggaran: Proses pengadaan bahan dan alat konstruksi memerlukan dana yang besar, yang belum sepenuhnya tersedia dalam APBD.

Waktu yang terbatas: Proses lelang dan konstruksi membutuhkan waktu yang panjang, sehingga sulit untuk diselesaikan dalam tahun anggaran yang berjalan.

Kapasitas zona yang terbatas*: Beberapa zona di TPA Sarimukti sudah mendekati batas maksimal, sehingga diperlukan penataan ulang.

Langkah Alternatif untuk Optimalisasi Operasional

Sementara penundaan pembangunan fisik terjadi, pengelola TPA Sarimukti akan melakukan beberapa langkah alternatif:

Penataan area pembuangan: Memastikan semua area pembuangan terorganisir dengan baik untuk meningkatkan efisiensi.

Pemadatan sampah secara maksimal: Meningkatkan kapasitas penyimpanan sampah dengan teknik pemadatan yang tepat.

Pemanfaatan alat berat*: Menggunakan alat berat yang tersedia untuk mempercepat proses pengelolaan sampah.

Pentingnya Keberlanjutan Operasional TPA Sarimukti

TPA Sarimukti merupakan salah satu fasilitas pengelolaan sampah utama yang melayani wilayah Bandung Raya. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan operasional TPA ini.

Beberapa upaya yang telah dilakukan termasuk perencanaan optimalisasi melalui dokumen DED. Meskipun demikian, realisasi proyek ini masih memerlukan dukungan anggaran yang lebih besar dan waktu yang cukup untuk memastikan pelaksanaan konstruksi berjalan lancar.

Dengan keberlanjutan operasional yang terjaga, TPA Sarimukti akan tetap menjadi solusi pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan bagi wilayah Bandung Raya.

Pos terkait