NANGA BULIK, .CO
– Proses pencarian terhadap Agus Cahyono (46), korban perahu yang terbalik di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, masih berlangsung. Hingga memasuki hari kedua operasi SAR pada Selasa kemarin (5/5/2026), tim gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Pencarian fokus dilakukan di sekitar aliran Sungai Bulik, lokasi di mana perahu korban dilaporkan terbalik akibat arus deras pada Senin (4/5).
“Tim masih melakukan penyisiran menggunakan satu unit perahu karet dan satu unit perahu fiber bermesin dengan radius pencarian mencapai 1,4 km dari titik awal kejadian. Di sana susah jaringan jadi tim memfokuskan pencarian di area teluk sungai dengan melakukan manuver gelombang guna memicu benda yang mungkin tersangkut di bawah arus balik yang deras,” ujar Hendikel, Selasa malam (5/5).
Dia menjelaskan, selain penyisiran air, tim juga mengerahkan unit drone untuk memantau area sungai dari udara guna memperluas jangkauan pandangan. Bahwa kondisi alam menjadi tantangan utama bagi para petugas di lapangan.
“Kondisi air sungai yang sangat keruh serta arus yang deras dan dasar sungai yang berbatu menjadi kendala utama tim dalam mendeteksi keberadaan korban,” tuturnya.
Operasi ini merupakan sinergi dari berbagai pihak, di antaranya BPBD Lamandau 4 personil, Basarnas 5 personil, Babinsa Desa Batu Tunggal dan Pospol Bulik Timur.
“Pihak keluarga korban dan warga masyarakat juga terus membantu mendampingi pencarian Operasi SAR. Untuk sementara pencarian dihentikan pada pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali hari ini, Rabu (6/5/2026). Kami BPBD mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat kondisi cuaca dan arus sungai yang tidak menentu,” tambahnya.
Proses Pencarian yang Dilakukan
-
Penggunaan perahu karet dan perahu fiber bermesin
Tim gabungan menggunakan dua jenis perahu untuk menyisir area sekitar Sungai Bulik. Radius pencarian mencapai 1,4 km dari titik awal kejadian. Perahu karet digunakan untuk daerah yang lebih sempit, sedangkan perahu fiber bermesin digunakan untuk area yang lebih luas. -
Manuver gelombang
Dalam proses pencarian, tim melakukan manuver gelombang untuk memicu benda-benda yang mungkin tersangkut di bawah arus balik yang deras. Teknik ini membantu meningkatkan peluang menemukan korban. -
Penggunaan drone
Untuk memperluas jangkauan pandangan, tim juga mengerahkan unit drone. Drone digunakan untuk memantau area sungai dari udara, sehingga dapat memberikan informasi lebih cepat dan akurat.
Tantangan yang Dihadapi
-
Kondisi alam yang sulit
Air sungai yang sangat keruh membuat visibilitas rendah. Arus yang deras dan dasar sungai yang berbatu menjadi hambatan utama dalam proses pencarian. -
Keterbatasan jaringan komunikasi
Area sekitar Sungai Bulik memiliki jaringan yang kurang stabil, sehingga memperlambat koordinasi antar tim. Hal ini memaksa tim untuk fokus pada area yang lebih dekat dengan titik kejadian.
Partisipasi Masyarakat
-
Dukungan dari keluarga korban
Keluarga korban turut serta dalam proses pencarian. Mereka memberikan informasi penting tentang kebiasaan dan keberadaan korban sebelum kejadian. -
Bantuan dari warga masyarakat
Warga setempat juga ikut membantu dalam pencarian. Mereka membantu mengidentifikasi area yang mungkin menjadi tempat korban terdampar.
Imbauan dari BPBD
-
Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan arus sungai
BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk tetap waspada. Kondisi cuaca dan arus sungai yang tidak menentu bisa berpotensi membahayakan keselamatan. -
Pencarian akan dilanjutkan
Meskipun pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, tim akan kembali melanjutkannya pada hari berikutnya. Proses pencarian akan terus berlangsung hingga korban ditemukan.




