Penyaluran Kredit Ngegas Melesat di Kuartal I-2026

Pertumbuhan Kredit dan Produk Paylater Perbankan yang Positif

Selama tiga bulan pertama tahun ini, tren pertumbuhan kredit di Indonesia tercatat dalam kondisi positif. Hal ini juga berdampak pada pertumbuhan produk Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan yang berhasil mempertahankan pertumbuhan double digit. Data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, produk paylater perbankan mencatatkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan baki debet kredit sebesar 24,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 28,3 triliun.

Meski demikian, capaian tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 26,41% yoy. Secara keseluruhan, porsi produk kredit paylater perbankan mencapai 0,33% dari total baki kredit perbankan.

Penambahan Rekening Paylater yang Terus Berkembang

Dari sisi pengguna, jumlah rekening paylater juga terus bertambah. Pada periode terkini, jumlah rekening paylater mencapai 30,81 juta rekening. Sebagai perbandingan, pada Februari 2026 jumlahnya adalah 30,55 juta rekening. Ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kredit online yang disediakan oleh perbankan.

Pertumbuhan positif paylater perbankan sejalan dengan pertumbuhan kredit secara umum. Dalam periode yang sama, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,49% yoy menjadi Rp 8.659 triliun. Angka ini melanjutkan pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 9,37% yoy pada bulan sebelumnya.

Kualitas Kredit yang Menunjukkan Peningkatan

Selain pertumbuhan kredit, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan. NPL gross turun menjadi 2,14% dari posisi 2,17% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, NPL net tetap terjaga di angka 0,83%.

Kondisi Likuiditas Perbankan yang Stabil

Dari segi likuiditas, perbankan masih berada dalam posisi yang solid. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,55% yoy menjadi Rp 10.231 triliun. Berbagai rasio alat likuid juga menunjukkan kondisi yang baik, antara lain:

  • AL/NCD (Aset Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga) sebesar 122,55%, meningkat dari 121,29% pada bulan sebelumnya.
  • AL/DPK (Aset Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga) sebesar 27,85%, meningkat dari 27,4% pada bulan sebelumnya.

Kesimpulan

Tren pertumbuhan kredit yang positif serta perkembangan produk paylater perbankan menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia semakin stabil dan berkembang. Dengan peningkatan jumlah rekening paylater dan penurunan rasio kredit bermasalah, perbankan telah menunjukkan kemampuan untuk menjaga kualitas layanan dan stabilitas keuangan. Kondisi likuiditas yang baik juga menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam menjaga kinerja perbankan yang optimal.

Pos terkait