JAKARTA — Operasional kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, mengalami gangguan akibat insiden kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan pantauan langsung di Stasiun Gambir pada Selasa (28/4/2026) pagi, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan sekitar 20 menit. Kondisi tersebut memicu antrean penumpang di area peron.
Tim juga melakukan perjalanan menggunakan KA Purwojaya 50F relasi Gambir–Kroya. Kereta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB harus tertunda sehingga penumpang baru dapat naik sekitar pukul 07.20 WIB.
“Saya naik kereta api Purwojaya 50F menuju Cilacap, Jawa Tengah. Kereta harusnya sudah berangkat jam 07.00, tetapi mengalami delay sekitar 20 menit,” ujar Puja Pratama, salah satu penumpang di KA Purwojaya 50F pada Selasa (28/4/2026).
Tidak hanya itu, laju perjalanan kereta juga sempat tertahan di Stasiun Jatinegara selama kurang lebih 30 menit akibat antrean rangkaian yang menunggu melintas ke arah Stasiun Bekasi.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang setelah insiden operasional yang terjadi di area stasiun tersebut pada Selasa (28/4/2026).
Sejalan dengan kebijakan tersebut, layanan KRL Commuter Line saat ini hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi sampai ada pemberitahuan lanjutan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi akibat insiden tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
KAI mengimbau pelanggan yang akan melakukan perjalanan kereta api sementara waktu memanfaatkan layanan melalui Stasiun Bekasi. Di sisi lain, operasional perjalanan menuju lintas Bekasi masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan.
Perseroan menegaskan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat evakuasi, penanganan, serta pemulihan layanan. KAI menargetkan perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya setelah seluruh proses selesai dilakukan.
Penyebab Gangguan Operasional
Insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi menjadi penyebab utama gangguan operasional kereta api jarak jauh. Kejadian tersebut memicu beberapa efek domino, termasuk keterlambatan perjalanan dan penutupan sementara Stasiun Bekasi Timur.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada gangguan ini antara lain:
- Keterlambatan perjalanan: Banyak kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan sekitar 20 hingga 30 menit, terutama di jalur yang melewati Stasiun Jatinegara.
- Antrean penumpang: Keterlambatan perjalanan menyebabkan antrian panjang di area peron, terutama di Stasiun Gambir.
- Penutupan sementara stasiun: Stasiun Bekasi Timur ditutup untuk sementara waktu karena insiden yang terjadi di area tersebut.
Upaya Perbaikan dan Koordinasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengambil langkah-langkah untuk mempercepat proses pemulihan layanan. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:
- Koordinasi dengan pihak terkait: KAI bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan lancar.
- Pemantauan kondisi jalur: Tim teknis terus memantau kondisi jalur kereta api di sekitar area Bekasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
- Komunikasi dengan pelanggan: KAI memberikan informasi terkini tentang gangguan layanan dan rekomendasi perjalanan kepada para pengguna.
Rekomendasi untuk Pengguna Kereta Api
Untuk menghindari ketidaknyamanan akibat gangguan operasional, KAI memberikan beberapa rekomendasi bagi pelanggan:
- Memanfaatkan Stasiun Bekasi: Pelanggan disarankan untuk memanfaatkan layanan kereta api melalui Stasiun Bekasi sebagai alternatif.
- Mengikuti informasi terbaru: Pengguna diminta untuk terus memantau informasi terkini dari KAI melalui media sosial atau aplikasi resmi.
- Menyesuaikan rencana perjalanan: Jika memungkinkan, pengguna bisa mempertimbangkan perubahan jadwal atau rute perjalanan sesuai dengan kondisi terkini.
Tindakan Lanjutan
KAI berkomitmen untuk segera memulihkan operasional kereta api ke kondisi normal. Proses penanganan insiden dan pemulihan layanan akan terus dilakukan hingga semua masalah terselesaikan.
Selain itu, KAI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.






