Pilar Utama Persija Terancam Absen Hadapi Dewa United

Persija Jakarta Terancam Krisis Pemain Jelang Hadapi Dewa United

JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, dihadapkan pada situasi pelik menjelang pertandingan krusial melawan Dewa United. Potensi absennya sejumlah pemain kunci akibat akumulasi kartu dan cedera mengharuskan sang pelatih untuk memutar otak mencari solusi strategis. Pertarungan melawan Dewa United dijadwalkan akan berlangsung pada 15 Maret 2026.

Situasi ini muncul setelah Persija baru saja menyelesaikan pertandingan sengit melawan Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-24 Super League 2025-2026. Laga yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Selasa malam (3/3/2026), berakhir imbang dengan skor 2-2.

Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut diwarnai dengan banyaknya pelanggaran. Tercatat, enam pemain Persija menerima kartu kuning dari wasit Agung Setiyawan. Keenam pemain tersebut adalah Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Thales Lira, Fabio Calonego, dan Allano Lima.

Dari keenam pemain tersebut, Allano Lima dipastikan harus menepi pada laga melawan Dewa United akibat akumulasi kartu kuning. Ini bukanlah kartu kuning pertama bagi winger asal Brasil tersebut di pertandingan sebelumnya melawan Malut United.

Kehilangan Allano Lima tentu menjadi pukulan telak bagi Persija. Allano selama ini dikenal sebagai motor serangan tim, seringkali menjadi kreator gol-gol krusial bagi “Macan Kemayoran” sepanjang musim ini. Perannya sangat vital dalam membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang emas.

Kondisi ini membuat Mauricio Souza harus mencari pengganti yang sepadan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Allano.

Tak hanya karena akumulasi kartu, Persija juga harus menghadapi kenyataan pahit dengan adanya beberapa pemain yang mengalami cedera. Salah satu yang terbaru adalah Alaeddine Ajaraie, yang terpaksa harus ditandu keluar lapangan di tengah pertandingan melawan Borneo FC.

Mauricio Souza belum bisa memastikan seberapa parah cedera yang dialami Alaeddine. Hal ini sangat disayangkan mengingat Alaeddine sedang dalam performa puncak dan menjadi trisula lini depan yang tak tergantikan bersama Gustavo Almeida dan Maxwell Souza.

Sebelumnya, dua pemain lain, Mauro Zijlstra dan Paulo Ricardo, juga sudah terlebih dahulu masuk ruang perawatan medis.

“Mauro cedera, saya tidak tahu apakah dia bisa tampil di laga berikutnya atau tidak. Alaeddine juga harus kita lihat cederanya. Paulo, pemain stopper, juga belum diketahui apakah bisa bermain di pertandingan berikutnya,” ujar Mauricio Souza.

“Dan Allano yang mendapatkan akumulasi kartu kuning. Menurut saya, di pertandingan ini wasit sudah memberikan kartu secara adil pada momen tersebut,” tambahnya, mengomentari situasi yang dihadapi timnya.

Meskipun demikian, Mauricio Souza menunjukkan optimisme dengan stok pemain pelapis yang dimilikinya. Ia percaya bahwa timnya masih memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk mengatasi absennya beberapa pemain pilar.

Untuk menggantikan posisi Allano, Jean Mota bisa menjadi opsi untuk diturunkan sejak awal pertandingan. Jean Mota memiliki kemampuan bermain yang dapat mengisi peran Allano di lini tengah atau sayap.

Apabila Alaeddine Ajaraie juga harus absen karena cedera, Persija masih memiliki amunisi lain di lini depan. Witan Sulaeman dan pemain muda berbakat, Arlyansyah Abdulmanan, siap diturunkan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Sementara itu, tambahan satu poin dari hasil imbang melawan Borneo FC tidak mengubah posisi Persija di klasemen sementara Super League. Tim ibu kota ini masih kokoh bertengger di peringkat kedua dengan mengoleksi 51 poin. Borneo FC sendiri membuntuti ketat di bawahnya dengan selisih hanya satu angka. Persaingan di papan atas klasemen diprediksi akan semakin memanas hingga akhir musim.

Pos terkait