Pohon Beringin di Jembrana Bali Terbakar, Diduga Akibat Api Dupa Sisa Ibadah

Kebakaran Pohon Beringin di Jembrana, Bali

Pada malam hari tanggal 2 Juni 2026, sebuah pohon beringin berukuran besar yang terletak di depan Kantor Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali mengalami kebakaran. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA dan berhasil ditangani dengan cepat sehingga tidak menyebar ke area sekitarnya.

Menurut informasi yang diperoleh, penyebab kebakaran diduga berasal dari api sisa dupa yang masih menyala setelah dilakukan upacara sembahyang di pura yang berada di bawah pohon beringin tersebut. Api tersebut kemudian memicu keringnya daun-daun di sekitar pohon hingga akhirnya menyebar dan membakar seluruh bagian pohon.

Ketika kejadian terjadi, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil menunggu bantuan dari tim Damkar Jembrana. Namun, karena jarak antara kantor Damkar dengan lokasi kebakaran cukup jauh, perlu waktu beberapa saat sebelum bantuan tiba.

Setelah beberapa menit, empat unit armada Damkar tiba di lokasi kebakaran dan segera melakukan upaya pemadaman pada pohon beringin yang terbakar. Dengan kerja sama yang baik antara tim gabungan dari Damkar, Polsek Pekutatan, serta masyarakat sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WITA.

Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijiluw, menjelaskan bahwa kebakaran ini diduga dipicu oleh api dupa yang masih menyala setelah upacara sembahyang. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena kebakaran tidak sampai merambat ke bangunan kantor desa yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, I Kadek Ritha Budi Atmaja, mengatakan bahwa perjalanan tim Regu I Damkar Jembrana menuju lokasi kebakaran cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di tempat kejadian. Untuk penanganan kebakaran tersebut, sebanyak empat unit armada seperti dua armada penembak dan dua armada tangki dikerahkan.

Setelah proses pemadaman berlangsung selama sekitar 90 menit, api akhirnya benar-benar padam. Ia juga menegaskan bahwa kebakaran tidak sampai merambat ke bangunan di sekitar lokasi, meskipun lokasinya berada di depan kantor desa setempat.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan api dupa dalam keadaan menyala, terutama di rumah tinggal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kebakaran serupa di tempat lain.

Penyebab dan Upaya Pencegahan

  • Api dupa yang masih menyala menjadi salah satu penyebab utama kebakaran. Masyarakat diminta untuk lebih hati-hati dalam menggunakan dupa.
  • Daun kering yang ada di sekitar pohon beringin mempercepat penyebaran api.
  • Warga sekitar berperan penting dalam upaya pemadaman awal sebelum bantuan dari pihak berwenang tiba.
  • Tim Damkar memberikan respons cepat dan efektif dalam memadamkan api.
  • Koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran.


Pos terkait