Rano Karno Bongkar Kebenaran Pahit di Balik Jalan Amblas Jakarta

Kondisi Gorong-gorong di Jakarta yang Menyebabkan Jalan Amblas

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa masih banyak gorong-gorong bawah jalan di Jakarta yang berusia lebih dari 30 tahun. Ia menyebut kondisi ini sebagai “kenyataan pahit” yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam upaya mencegah potensi jalan amblas di berbagai titik.

“Saya diskusi dengan SDA dan minta siapkan, karena kita harus bicara pahit. Sehingga kalau terjadi, tahu apa yang harus kita lakukan,” ujar Rano saat meninjau lokasi perbaikan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Jalan Amblas di Lenteng Agung Karena Saluran Sudah Tua

Menurut Rano, jalan amblas di Lenteng Agung yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) dipicu oleh armco atau pipa gorong-gorong baja di bawah jalan yang mengalami keropos akibat usia yang sudah sangat tua. Ia tidak menampik bahwa jalan amblas bisa saja terjadi di lokasi lain mengingat masih banyak saluran bawah jalan di Jakarta yang menggunakan material armco berusia puluhan tahun.

“Jadi memang ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun. Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos,” katanya.

Perbaikan Jalan Memakan Waktu Lima Hari

Di sisi lain, Rano mengapresiasi penanganan cepat jalan amblas di Lenteng Agung yang kini sudah kembali dapat dilintasi kendaraan. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kecepatan proses perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Saya sangat surprise, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi yang cukup baik,” ucapnya.

Jalan Lenteng Agung Jadi Akses Vital

Menurutnya, dalam empat hari terakhir jajaran Pemprov DKI bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan perbaikan. Sejumlah alat berat juga diterjunkan ke lokasi sehingga sempat dilakukan rekayasa lalu lintas dari arah Jakarta menuju Depok pada Senin (1/6/2026).

Perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian gorong-gorong menggunakan boks culvert berbahan beton jenis K-400. Selain itu, badan jalan juga dibeton untuk memperkuat struktur di atas saluran.

“Jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Depok ini merupakan akses yang vital. Saya apresiasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga yang telah menuntaskan perbaikan dengan waktu cepat,” ucapnya.

Proses Perbaikan yang Berjalan Lancar

Proses perbaikan jalan Lenteng Agung berjalan cukup lancar meskipun ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pihak dinas terkait berhasil menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar lima hari. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga.

Selain itu, masyarakat juga memberikan respons positif terhadap penanganan yang dilakukan. Meski ada sedikit gangguan lalu lintas selama proses perbaikan, para pengguna jalan tetap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah.

Tantangan yang Masih Ada

Meskipun jalan Lenteng Agung telah kembali normal, Rano mengingatkan bahwa masalah serupa bisa terjadi di tempat lain. Ia menegaskan pentingnya untuk terus memantau dan merawat infrastruktur bawah tanah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita harus tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Jika tidak, bisa saja terjadi jalan amblas di tempat lain yang bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Pos terkait