RKI Fakfak Jenguk Dua Keluarga Korban Kebakaran Fakfak Utara

Aksi Solidaritas RKI Fakfak untuk Korban Kebakaran

Fakfak, Papua Barat – Musibah kebakaran yang melanda sebagian wilayah Fakfak Utara baru-baru ini meninggalkan luka mendalam bagi dua keluarga, yakni keluarga Wa Jahiya dan keluarga Tuti. Menanggapi situasi sulit ini, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Fakfak tidak tinggal diam. Tim RKI Fakfak dengan sigap bergerak untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban yang terdampak.

Kunjungan tim RKI Fakfak dilakukan di kediaman keluarga Wa Jahiya dan keluarga Tuti yang berlokasi di Jalan Dr. Soetoyo, Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak. Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Fakfak, Dasri Nur, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilaksanakan sehari setelah peristiwa kebakaran terjadi. Hal ini menunjukkan respons cepat dan kepedulian yang mendalam dari RKI Fakfak.

Lebih dari sekadar kunjungan formalitas, kehadiran tim RKI Fakfak didasari oleh hubungan kekeluargaan dan kedekatan emosional yang telah terjalin erat dengan para korban. “Kami memiliki hubungan yang erat dengan Ibu Wa Jahiya dan Ibu Tuti. Kami saling mengenal dan sangat dekat,” ungkap Dasri Nur. Hubungan personal ini menjadi landasan kuat bagi RKI Fakfak untuk menunjukkan empati dan solidaritas yang tulus.

Kehadiran tim RKI Fakfak di tengah-tengah keluarga korban merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama. Mereka membawa serta sejumlah bantuan yang berhasil dihimpun dari para pengurus RKI Fakfak. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak, seperti perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai, selimut untuk menghalau dingin, bantuan uang tunai untuk meringankan beban finansial, serta kitab suci Al-Qur’an.

Harapan dan Dukungan untuk Korban

Dasri Nur menyampaikan harapannya agar keluarga korban senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Ia secara khusus menyoroti sosok Ibu Wa Jahiya, yang dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam menjalankan ibadah, seorang guru mengaji yang dihormati, sekaligus aktif sebagai pengurus majelis taklim di lingkungannya. “Kami berharap Ibu Wa Jahiyah tetap tabah dan kuat. Beliau adalah sosok yang dikenal rajin beribadah, guru mengaji, sekaligus pengurus majelis taklim di lingkungannya,” tutur Dasri Nur, menekankan ketangguhan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi.

Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus RKI Fakfak yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya penggalangan dana dan pengumpulan bantuan. Semangat gotong royong dan kebersamaan ini menjadi bukti komitmen RKI Fakfak dalam melayani masyarakat.

Komitmen RKI Fakfak: Hadir untuk Masyarakat

Melalui program unggulannya, RKI Peduli, RKI Fakfak menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif di tengah-tengah masyarakat. Program ini menjadi wadah bagi RKI Fakfak untuk menyalurkan kepedulian dan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Insya Allah, RKI Fakfak akan terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Fakfak, khususnya membantu warga yang membutuhkan,” ujar Dasri Nur dengan mantap. Pernyataan ini menggarisbawahi dedikasi RKI Fakfak untuk tidak hanya memberikan bantuan saat terjadi musibah, tetapi juga secara berkelanjutan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat di Fakfak. Aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan, ada uluran tangan yang siap membantu, memperkuat ikatan sosial dan rasa kemanusiaan.

Pos terkait