Sapi Kurban Rp24 Juta Lompat ke Sumur dan Mati di Klaten

Sapi Kurban Tercebur ke Sumur dan Meninggal Saat Proses Evakuasi

Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Seekor sapi kurban berbobot sekitar 300 kilogram tercebur ke dalam sumur dan akhirnya dievakuasi dalam kondisi meninggal setelah proses penyelamatan berlangsung selama beberapa jam.

Sapi tersebut awalnya akan dikirim ke Solo Baru setelah terjual dengan harga Rp 24 juta. Namun, saat hendak dinaikkan ke mobil sekitar pukul 15.30 WIB, sapi tiba-tiba giras dan melompat ke dalam sumur. Pemilik sapi, Tunggono (63), mengatakan bahwa sapi sempat masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya melompat ke dalam sumur. Ia mencoba menahan tubuh sapi saat bagian belakangnya masih berada di bibir sumur, namun sapi menyepak dan menyebabkan dirinya mengalami luka ringan pada kaki dan tangan.

Proses Evakuasi yang Rumit

Evakuasi sapi dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Satpol PP Damkar Klaten, BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat. Proses penyelamatan dimulai dari sore hingga malam hari. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan bahwa petugas awalnya mencoba mengisi sumur dengan air agar tubuh sapi terangkat. Namun, upaya ini gagal karena sumur banyak menyerap air meskipun dua tangki atau sekitar 10 ribu liter air sudah dimasukkan.

Petugas kemudian mencoba teknik kedua dengan menarik tubuh sapi menggunakan tali tambang dan sling. Salah satu petugas bahkan turun langsung ke dalam sumur untuk mengikat tali ke tubuh sapi. Namun, proses evakuasi sempat terkendala karena tali putus saat penarikan pertama dilakukan. Akibatnya, sapi yang sebelumnya dalam kondisi lemas kembali jatuh ke dasar sumur.

Kesulitan Selama Penyelamatan

Menurut Sumino, kesulitan utama dalam proses penyelamatan adalah diameter sumur yang hanya sekitar 150 sentimeter dengan kedalaman mencapai 10 meter. Sapi yang cukup besar juga memperparah situasi. Petugas bahkan sempat membongkar bagian tembok sumur untuk memperluas ruang evakuasi.

Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya sapi berhasil diangkat dari dalam sumur. Namun, sayangnya, sapi telah tidak bernyawa. “Untuk kondisi sapi mohon maaf, kami tidak bisa mampu menyelamatkan sapi. Sehingga sapi dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” ujar Sumino.

Peristiwa yang Menimbulkan Kekhawatiran

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar, terutama terkait keselamatan hewan ternak yang sering digunakan sebagai hewan kurban. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya persiapan dan tindakan cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara berbagai pihak dalam proses evakuasi. Meskipun upaya dilakukan secara maksimal, faktor-faktor seperti ukuran sumur dan kondisi hewan dapat memengaruhi hasil akhir.

Pos terkait