Setelah Dicopot, Komisi IX DPR Berharap Pemimpin Baru BGN Perkuat Pengawasan MBG

Kritik terhadap Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap bahwa kepala baru BGN segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan program tersebut.

Charles menekankan bahwa MBG, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah, memerlukan sistem yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, program sebesar ini tidak cukup diukur hanya dari jumlah anggaran atau banyaknya penerima manfaat. Yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan di lapangan, khususnya terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.

Fokus pada Kualitas Gizi dan Mutu Makanan

Aspek utama yang perlu diperhatikan adalah kualitas gizi dari makanan yang disalurkan kepada anak-anak. Charles menyatakan bahwa pemerintah harus memastikan setiap menu yang diberikan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar tujuan peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat tercapai secara optimal.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Proses penyajian dan bahan pangan yang digunakan harus menjadi perhatian utama. Dengan demikian, program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Perkuat Sistem Pengawasan

Charles menegaskan bahwa sistem pengawasan program harus diperkuat untuk mencegah berbagai masalah yang berpotensi mengurangi efektivitas pelaksanaan MBG. Ia berharap pergantian pimpinan di BGN menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Yang lebih penting adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, kualitas makanan yang disajikan, dan efektivitas pengawasannya. Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal,” ujarnya.

Pergantian Pimpinan BGN

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, yaitu Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewijk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Presiden kemudian mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Pos terkait