Siapa Raja Box Office 16-22 Februari 2026?

Performa Box Office Bioskop Indonesia: Film Impor Mendominasi di Tengah Momentum Libur Imlek

Periode pekan lalu di bioskop Indonesia diwarnai dengan kehadiran lima film baru, tiga di antaranya merupakan produksi dalam negeri. Peluncuran film-film ini bertepatan dengan momentum libur Imlek, sebuah periode yang biasanya dimanfaatkan untuk mendulang kesuksesan di tangga box office. Namun, data yang dihimpun menunjukkan gambaran yang berbeda. Tiga film lokal yang diharapkan bersinar justru belum mampu memenuhi ekspektasi perolehan jumlah penonton. Sebaliknya, salah satu film impor yang tayang bersamaan, Crime 101, berhasil memikat penonton dan mendominasi layar bioskop.

Berikut adalah rincian performa box office di Indonesia untuk periode 16-22 Februari 2026:

1. Crime 101

Film Crime 101 tampil sebagai primadona di layar lebar Indonesia pada periode ini. Diluncurkan pada 18 Februari 2026, film thriller kriminal yang dibintangi oleh Chris Hemsworth ini langsung melesat dengan angka fantastis, mengumpulkan 84.773 penonton. Perolehan ini jauh melampaui para pesaingnya, menegaskan dominasinya di pasar perfilman tanah air.

Film ini merupakan adaptasi dari novel pendek berjudul sama karya Don Winslow. Ceritanya berfokus pada seorang pencuri profesional yang sedang merencanakan perampokan terakhirnya yang bernilai jutaan dolar. Namun, rencananya dibayangi oleh seorang detektif yang gigih memburunya, bertekad untuk menggagalkan aksi tersebut. Perpaduan antara aksi menegangkan dan narasi yang kuat tampaknya menjadi daya tarik utama bagi para penonton.

2. Antara Mama, Cinta dan Surga

Di antara jajaran film lokal, Antara Mama, Cinta dan Surga berhasil menjadi yang terdepan, meskipun perolehannya masih terpaut jauh dari film impor Crime 101. Film yang dibintangi oleh Aldy Maldini dan Anneth Dellicia ini berhasil menarik perhatian 27.149 penonton. Angka ini menempatkannya sebagai film lokal dengan performa terbaik pada pekan tersebut.

Film ini mengisahkan tentang Bernard, anak bungsu dari keluarga Batak. Bernard dipersiapkan untuk meneruskan tradisi keluarga dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, takdirnya berkata lain. Bernard memiliki panggilan iman yang kuat untuk menjadi seorang pendeta, sebuah keputusan yang kemudian memicu konflik mendalam di dalam keluarganya. Film ini mengangkat tema tentang benturan antara tradisi, keyakinan pribadi, dan restu keluarga.

3. Kokuho

Tayang serentak dengan Crime 101, film Kokuho hanya mampu mengumpulkan 19.606 penonton. Meskipun angkanya tidak setinggi dua film sebelumnya, Kokuho menempatkan dirinya di posisi ketiga dalam daftar film terlaris pada periode tersebut.

Berlatar di Jepang pascaperang, era di mana negara tersebut tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, film ini dibintangi oleh Ryo Yoshizawa. Ceritanya mengikuti kisah Kikuo Tachibana, yang lahir dalam keluarga gangster. Namun, takdir membawanya ke jalan yang berbeda ketika ia diasuh oleh seorang aktor teater kabuki. Kikuo melewati masa-masa penuh gejolak, namun seiring waktu, bakatnya sebagai aktor kabuki mulai berkembang dan bersinar. Film ini menawarkan sebuah drama yang berlatar belakang sejarah dan seni pertunjukan Jepang.

4. Asrama Putri

Film Asrama Putri belum mampu mencapai ekspektasi yang diharapkan, hanya berhasil mengumpulkan 6.534 penonton. Angka ini tergolong rendah, terutama mengingat film ini diperkuat oleh jajaran aktor ternama seperti Samuel Rizal, Dea Annisa, dan Nadya Ulya.

Cerita film ini berpusat pada teror yang mulai menghantui sebuah asrama putri sejak kedatangan seorang dosen baru bernama Mia. Sejumlah mahasiswi yang menghuni asrama tersebut mulai mengalami gangguan-gangguan aneh yang menimbulkan ketakutan. Di balik sisi supranatural yang mencekam, film ini juga mengungkap sisi gelap lain dari kampus, yaitu praktik prostitusi ilegal yang dijalankan oleh karakter Miko dan Benny. Perpaduan elemen horor dan drama sosial tampaknya belum cukup kuat untuk menarik minat penonton dalam jumlah besar.

5. Taneuh Kalaknat

Film Taneuh Kalaknat menjadi penutup daftar dengan perolehan penonton yang paling lesu, hanya mampu menarik 2.906 penonton. Padahal, film ini juga turut dibintangi oleh aktor-aktor ternama, termasuk Adinda Thomas.

Film ini menceritakan kisah sekelompok kreator konten YouTube yang berfokus pada pembahasan tempat-tempat angker. Demi mendapatkan konten yang menarik, mereka memutuskan untuk mengunjungi Tanah Kalaknat, atau tanah yang dikutuk. Namun, kelalaian mereka dan pengabaian terhadap peringatan mengenai kutukan tempat tersebut membawa konsekuensi yang mengerikan. Berbagai kejanggalan mulai terjadi, memaksa mereka untuk menghadapi teror yang mengancam nyawa. Film horor ini tampaknya belum berhasil memberikan sensasi ketakutan yang cukup untuk menarik penonton.

Secara keseluruhan, periode 16-22 Februari 2026 menunjukkan bahwa genre horor, yang biasanya menjadi primadona di pasar film Indonesia, kali ini tampak lesu. Perolehan jumlah penonton untuk film-film bergenre horor jauh di bawah ekspektasi, dan mereka kalah bersaing dengan film-film aksi maupun drama yang tayang pada periode yang sama, terutama film impor Crime 101 yang berhasil mendominasi tangga box office.

Pos terkait