Peristiwa Pengeroyokan di SPBU Palembang yang Mengakibatkan Kematian
Peristiwa tragis terjadi di SPBU Jalan Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami, Palembang pada malam hari Kamis (2/6/2026). Seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (38) tewas setelah menjadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh sekelompok orang. Kejadian ini menimbulkan kegundahan di kalangan masyarakat dan menarik perhatian aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Awal Peristiwa
Kejadian bermula dari teguran yang diberikan korban kepada pengendara kendaraan yang diduga menyerobot antrean solar. Teguran tersebut memicu cekcok antara korban dan pelaku. Meski awalnya berhasil dilerai, situasi kembali memanas sekitar 30 menit kemudian ketika pelaku kembali bersama sejumlah rekannya dan menyerang korban dengan senjata tajam.
Upaya Penyelamatan Diri
Meskipun mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh, korban tetap berusaha menyelamatkan diri. Ia mencoba mengemudikan truknya sendiri, BG 9479 CE, untuk menjauh dari lokasi kejadian. Truk itu dibawa keluar dari area SPBU dengan tujuan menghindari kejaran para pelaku.
Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berlangsung lama. Korban yang kehilangan banyak darah akhirnya dikejar hingga ke luar area SPBU. Setelah sampai di seberang SPBU, korban tidak lagi mampu mengendalikan kendaraannya dan truknya menabrak serta berhenti di lokasi tersebut.
Kondisi Korban
Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraan. Menurut keterangan saksi, para pelaku sempat melakukan penyerangan secara brutal terhadap korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian. Warga dan sesama sopir kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Myria Palembang.
Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Korban diketahui mengalami sejumlah luka tusuk di bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.
Penyelidikan Polisi
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula dari teguran korban terhadap kendaraan yang menyerobot antrean solar. “Jadi benar adanya peristiwa tersebut, dari keterangan saksi di lokasi kejadian pelaku berjumlah 7 orang,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan maut tersebut. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap rangkaian kejadian secara lengkap.
Reaksi Masyarakat
Peristiwa ini menimbulkan reaksi yang kuat dari masyarakat. Banyak warga yang merasa prihatin atas kejadian yang menimpa seorang sopir truk yang seharusnya bekerja keras untuk mencari nafkah. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga keamanan di lingkungan sekitar.






