Syifa Nekat Jadi Tentara AS, Ancaman Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia

Nasib Kezia Syifa, Gadis Indonesia yang Jadi Tentara Amerika Serikat

Kezia Syifa (20), seorang perempuan asal Indonesia, kini menjadi perhatian masyarakat setelah memilih untuk bergabung dengan militer Amerika Serikat. Kehadirannya sebagai tentara AS menimbulkan berbagai pertanyaan terkait status kewarganegaraannya dan potensi pelanggaran hukum yang bisa terjadi.

TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI, menyampaikan bahwa keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer negara asing dapat melanggar Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurutnya, pasal 23 huruf d dan e dalam UU tersebut menjelaskan bahwa WNI yang masuk dinas tentara asing tanpa izin Presiden atau secara sukarela mengambil jabatan yang hanya boleh dijabat oleh WNI akan kehilangan status kewarganegaraannya.

Sementara itu, keluarga Syifa membenarkan bahwa anaknya masih berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Meskipun bergabung dengan militer AS, Syifa tidak termasuk dalam anggota tentara aktif. Ia merupakan bagian dari National Guard (Garda Nasional), yang merupakan komponen cadangan yang dilatih untuk membantu saat dibutuhkan.

Keluarga Syifa Tinggal di Amerika Sejak 2023

Keluarga Syifa telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 silam. Mereka mendapatkan visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang. Saat ini, mereka tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC.

Safitri, ibu Syifa, menjelaskan bahwa keputusan putrinya untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan matang. Awalnya, ia khawatir Syifa akan disuruh bertempur, namun ternyata posisi yang diambil adalah di bagian administrasi atau office, bukan di garda depan pertempuran. Selain itu, Syifa juga sudah melakukan diskusi dengan keluarga dan mencari informasi terkait penampilan hijab yang dikenakannya. Menurut Safitri, tidak ada masalah dengan penampilan tersebut karena ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab.

Gaji dan Tunjangan Tentara Amerika Serikat

Gaji seorang tentara AS diatur berdasarkan sistem kepangkatan dan masa kerja. Untuk tingkat pemula seperti Syifa yang baru bergabung sebagai prajurit Enlisted (E), gaji rata-rata tahunan mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs asumsi). Angka ini mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan dan latihan rutin.

Selain gaji dasar, Syifa juga bisa mendapatkan tunjangan tambahan seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti. Hal ini membuat penghasilan tentara AS cukup menarik, terutama bagi yang ingin merantau dan menjalani karier di luar negeri.

Reaksi Netizen terhadap Keputusan Syifa

Keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS mendapat berbagai macam respons dari netizen. Ada yang mendukung, ada juga yang menyesalkan. Namun, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan komentar negatif tersebut. Menurut mereka, banyak orang yang tidak tahu kenyataannya.

Safitri juga mengungkapkan bahwa Syifa akan memiliki kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS. Hal ini menunjukkan bahwa bergabung dengan militer AS bukan hanya tentang tugas militer, tetapi juga memberikan peluang pendidikan dan karier yang menjanjikan.

Pengalaman Syifa di Militer AS

Syifa diketahui sedang menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan Januari 2026. Dalam video yang viral di media sosial, tampak Syifa mengenakan seragam loreng tentara AS sambil menggendong ransel. Penampilannya yang tetap mengenakan hijab menuai banyak perhatian netizen.

Dalam momen haru tersebut, sang ibu memberikan semangat dan doa kepada putrinya. Safitri menjelaskan bahwa keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS telah melalui diskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS. Mereka memberikan informasi lebih lengkap mengenai proses pendaftaran dan tugas-tugas yang akan dijalani.

Meski begitu, keputusan Syifa masih menjadi topik perdebatan. Bagi sebagian orang, ini adalah langkah berani dan menjanjikan, sementara bagi yang lain, ini bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait status kewarganegaraan Syifa.

Pos terkait