Taman Kota Ende: Tender Gagal, Pembangunan Tertunda

Revitalisasi Lapangan Pancasila Ende Menjadi Taman Kota Impian

Pemerintah Kabupaten Ende tengah merencanakan sebuah proyek ambisius untuk mentransformasi kawasan Lapangan Pancasila dan area sekitarnya menjadi sebuah taman kota yang modern dan multifungsi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menyediakan fasilitas rekreasi dan olahraga yang memadai bagi masyarakat.

Proyek revitalisasi ini mencakup berbagai pembangunan dan pembenahan fasilitas yang akan menjadikan Lapangan Pancasila sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dua dari sekian banyak paket pekerjaan yang kini tengah dalam proses tender adalah pembangunan sport center dan water boom.

Rencana Pembangunan Fasilitas Unggulan

Dua paket pekerjaan utama yang telah masuk tahap tender adalah sebagai berikut:

  • Pembangunan Sport Center: Proyek ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp 1.247 miliar. Pembangunan pusat olahraga ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik dan meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Ende.
  • Pembangunan Water Boom: Dengan anggaran Rp 6.432 miliar, pembangunan wahana air ini akan menjadi daya tarik baru bagi keluarga dan pengunjung yang ingin menikmati liburan atau rekreasi di akhir pekan.

Kedua paket proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ende tahun anggaran 2026. Meskipun sempat mengalami kegagalan pada tender awal, pemerintah daerah berkomitmen untuk menender ulang proyek-proyek vital ini demi terwujudnya visi taman kota yang diimpikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu, menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana besar ini. “Selain sport center dan water boom, kami juga berencana membangun jogging track di Lapangan Pancasila, kolam renang, bianglala, dan roller coaster,” ungkapnya saat diwawancarai.

Lokasi pembangunan fasilitas-fasilitas ini akan membentang dari Lapangan KONI hingga Taman Rendo, yang secara geografis berada persis di belakang Lapangan Pancasila. Penataan kawasan ini diharapkan menciptakan sebuah area terpadu yang menawarkan berbagai pilihan aktivitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Selain itu, kami juga akan melakukan pemeliharaan jalan di dalam kota, serta beberapa kegiatan lain yang menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Semua ini akan segera kami kerjakan,” tambah Mustaqim Mberu.

Sumber Pendanaan dan Berbagai Paket Pekerjaan Lainnya

Pendanaan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan pemeliharaan ini tidak hanya berasal dari APBD Kabupaten Ende tahun 2026. Sebagian juga didukung oleh Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menunjukkan adanya sinergi dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki daerah.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tahun 2026, terdapat berbagai paket pekerjaan lain yang sedang berjalan melalui mekanisme Pengadaan Langsung (PL). Beberapa di antaranya adalah:

  • Pembangunan Deuker Fataatu Timur menuju Aendoko: Saat ini sedang dalam tahap unggah dokumen penawaran.
  • Pembangunan Deuker Desa Raburia: Juga dalam tahap unggah dokumen penawaran.
  • Pemeliharaan Rutin Jalan Kabupaten: Tahap unggah dokumen penawaran.
  • Jasa Konsultasi Perencana Pembangunan Kolam Renang: Sedang dalam tahap evaluasi penawaran.
  • Jasa Perencana Pembangunan Gapura Batas Kota Arah Barat dan Timur Kota Ende: Dalam tahap unggah dokumen penawaran.

Selain paket-paket yang masih dalam proses, terdapat pula sejumlah paket pekerjaan yang telah berhasil diselesaikan. Ini menunjukkan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan proyek-proyek pemerintah daerah. Beberapa paket yang sudah selesai meliputi:

  • Konsultan perencanaan peningkatan jalan usaha tani Desa Nduaria dan instalasi pembibitan ternak Wolofeo, Kecamatan Detusoko.
  • Jasa konsultan perencanaan rehabilitasi gedung kantor.
  • Restorasi Sungai Kali Ngalupolo.
  • Rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Sokomaki Kiri.
  • Belanja bantuan sosial berupa uang yang direncanakan kepada lembaga non-pemerintah (dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan lainnya).
  • Pemeliharaan rutin jalan Sokoria-Roga.
  • Pemeliharaan jalan Desa Taniwoda.
  • Peningkatan jalan Watunggere-Nida-Boto.
  • Serta sejumlah paket pekerjaan lainnya yang telah rampung.

Namun, tidak semua paket berjalan sesuai rencana. Ada pula paket pekerjaan yang dibatalkan, seperti pemeliharaan gedung SMA Adhyaksa dan jasa perencana pembangunan kolam renang. Pembatalan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, namun diharapkan evaluasi yang mendalam dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Transformasi Lapangan Pancasila menjadi taman kota ini merupakan sebuah langkah strategis yang patut diapresiasi. Dengan fasilitas yang lengkap dan terintegrasi, diharapkan Kabupaten Ende akan memiliki sebuah ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan olahraga yang membanggakan bagi seluruh warganya.

Pos terkait