Tiga Orang Tewas, Empat Luka Akibat Kecelakaan Maut di Padang, Diduga Truk Rem Blong

Kecelakaan Beruntun di Jembatan Padang Besi, Tiga Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan maut yang melibatkan lima kendaraan terjadi di kawasan Jembangan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (10/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.

Menurut dugaan sementara, kecelakaan beruntun ini dipicu oleh truk yang mengalami gagal pengereman atau rem blong. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

AKP Riwal Maulidinata, Kasat Lantas Polresta Padang, mengungkapkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang merenggut tiga nyawa itu. “Untuk penyebab kecelakaan sementara masih kita dalami. Nanti untuk penyebab pastinya akan kita pastikan kembali setelah proses penyelidikan selesai,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Sopir truk yang diduga menjadi penyebab kecelakaan telah diamankan oleh pihak kepolisian. “Sopir sendiri sudah diamankan. Saat ini kita amankan di Polsek Lubuk Kilangan,” katanya.

Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Seluruh korban kecelakaan telah dievakuasi ke Semen Padang Hospital tak lama setelah kejadian. “Iya benar ada korban kecelakaan yang masuk ke Semen Padang Hospital dengan jumlah tujuh orang sekira pukul 08.30 WIB tadi,” kata Kiki, perwakilan dari Semen Padang Hospital.

AKP Riwal juga memberikan informasi tentang identitas korban tewas dan luka-luka. “Yang meninggal dunia itu ada tiga orang, dua perempuan dengan inisial E (57) dan D (61), kemudian satu laki-laki dengan inisial ACE (39). Kemudian yang luka-luka dua orang perempuan dengan inisial A (53) dan DW (46). Kemudian dua orang laki-laki dengan inisial S (55) dan AD (43),” jelasnya.

Pihak kepolisian belum meminta keterangan para korban karena kondisi medis mereka masih dalam perawatan dan trauma setelah insiden. “Kita belum tau nih bagaimana kondisi medisnya, apakah sudah bisa pulang atau harus dirawat, kita masih menunggu. Makanya kalau sekarang sepertinya belum bisa wawancara korban, karena takutnya masih trauma. Saat ini masih diobservasi, nanti jika sudah ada informasi terbaru akan kita sampaikan,” tambah AKP Riwal.

Pengakuan Warga Sekitar

Seorang warga setempat, Shinta, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kendaraan yang terlibat berasal dari arah Kabupaten Solok atau dari timur menuju barat. “Iya benar ada kejadian kecelakaan, lokasinya pas di jembatan padang besi, tadi kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB,” katanya saat dihubungi.

Saat kecelakaan terjadi, ia mendengar bunyi benturan yang cukup keras dari rumahnya. “Waktu kejadian itu saya dirumah, rumah saya agak ke dalam atau ke belakang dari jalan raya, kemudian saya dengar bunyi benturan, seperti ban truk meletus. Tapi yang anehnya kenapa bunyi sering atau banyak lah gitu, jadi saya coba lihat keluar, ternyata sudah berderet saja mobil-mobil terlibat kecelakaan itu.”

Shinta menyebutkan bahwa saat ia mengecek ke luar, dua truk besar dan tiga mobil pribadi sudah ringsek. “Kalau yang saya lihat itu sekitar lima kendaraan, dua truk dan tiga mobil minibus, beberapa ada yang dalam keadaan ringsek.” Ia juga menyebutkan bahwa ada korban kecelakaan yang terjepit di dalam mobil. “Kalau jumlah korban saya kurang tau ya, saya tidak terlalu melihat. Tapi tadi saya tanya warga lain, ada yang terjepit di dalam mobil katanya.”

Pos terkait