Kinerja Positif PT Pelni dalam Angkutan Barang 2025: Tol Laut Sukses Turunkan Disparitas Harga
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni mencatat kinerja yang mengesankan dalam penugasan angkutan barang sepanjang tahun 2025. Perusahaan pelat merah ini berhasil mengangkut total 13.142 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) peti kemas. Angka ini melampaui target yang ditetapkan, mencapai 106 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12.429 TEUs, atau meningkat sebanyak 713 TEUs.
Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, memaparkan bahwa rincian produksi angkutan barang pada tahun 2025 terdiri dari muatan berangkat sebanyak 9.103 TEUs, yang menyumbang 69 persen dari total produksi. Sementara itu, muatan balik tercatat sebanyak 4.039 TEUs, atau sekitar 31 persen dari total produksi.
Pada tahun 2025, pemerintah memberikan kepercayaan kepada Pelni untuk mengelola delapan trayek angkutan barang yang mencakup total 32 pelabuhan singgah. Perusahaan berhasil merealisasikan 110 pelayaran (voyage) hingga akhir tahun. Keberhasilan ini didukung oleh armada yang handal, meliputi lima kapal angkutan barang milik Pelni sendiri dan tiga kapal Kendhaga Nusantara.
Pertumbuhan muatan yang signifikan pada tahun 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan program pemerintah dalam mendukung kebijakan logistik nasional. Tingkat realisasi penugasan angkutan barang yang mencapai 106 persen menunjukkan bahwa program ini dimanfaatkan secara optimal, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Dampak positifnya terasa langsung dalam menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).
Secara nasional, program Tol Laut yang digagas pemerintah telah terbukti efektif dalam menekan disparitas harga barang kebutuhan pokok. Penurunan harga yang dilaporkan berkisar antara 20 hingga 40 persen di berbagai wilayah. Muatan yang diangkut dalam program ini memiliki pola yang jelas: muatan berangkat didominasi oleh barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting), sementara muatan balik diisi oleh berbagai komoditas unggulan daerah.
Tol Laut sebagai Instrumen Pemerataan Ekonomi
Lebih dari sekadar sarana transportasi barang, penugasan angkutan barang ini merupakan instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menekankan pada pemerataan kesejahteraan di seluruh penjuru nusantara. Dukungan dari pemerintah dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat menjadi pendorong utama keberhasilan program ini.
Melalui koordinasi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan, PT Pelni berkomitmen untuk memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada stabilitas pasokan, tetapi juga secara signifikan mendukung konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
Komoditas Unggulan dalam Muatan Berangkat dan Balik
Analisis lebih mendalam terhadap muatan yang diangkut pada tahun 2025 menunjukkan pola pergerakan barang yang spesifik. Lima jenis muatan berangkat terbanyak yang diangkut oleh PT Pelni meliputi:
- Beras: Komoditas pangan pokok utama yang krusial untuk ketersediaan pangan nasional.
- Gula dan Tepung: Bahan baku penting untuk industri makanan dan kebutuhan rumah tangga.
- Air Mineral: Kebutuhan dasar yang permintaannya selalu tinggi, terutama di daerah yang kesulitan akses air bersih.
- Minyak Goreng: Salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang paling sering dikonsumsi.
- Daging Ayam: Sumber protein hewani yang menjadi pilihan favorit masyarakat.
Sementara itu, muatan balik yang diangkut mencerminkan potensi ekonomi daerah yang perlu didorong untuk menembus pasar yang lebih luas. Lima jenis muatan balik terbanyak pada tahun 2025 adalah:
- Arang: Produk olahan dari kayu yang memiliki nilai ekonomis, seringkali menjadi komoditas ekspor atau bahan baku industri.
- Kopra: Hasil olahan kelapa yang menjadi bahan baku industri makanan dan kosmetik.
- Rumput Laut: Komoditas perikanan yang memiliki potensi besar untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik.
- Kopi: Salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki permintaan global tinggi.
- Ikan Beku: Produk hasil perikanan yang diawetkan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan, memudahkan distribusi ke pasar domestik maupun internasional.
Dengan terus mengoptimalkan peranannya dalam program Tol Laut, PT Pelni menegaskan komitmennya untuk menjadi tulang punggung logistik nasional, memastikan ketersediaan barang, menekan biaya logistik, dan pada akhirnya berkontribusi pada pemerataan ekonomi di seluruh nusantara.





