Tolak Pasien KIS di Akhir Pekan, DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Total Puskesmas Kedungkandang

Keterlambatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kedungkandang Mengundang Kritik

Sebuah kejadian yang menimpa seorang pemulung di Kota Malang mengundang perhatian publik dan kritik keras dari legislatif. Muhamad Fadil (44), warga Pasuruan yang tinggal di Rusunawa Jalan Muharto V, Kelurahan Kotalama, mengalami luka sobek serius akibat pecahan kaca saat sedang bekerja di area sungai. Ia berharap mendapatkan pertolongan darurat di Puskesmas Kedungkandang, namun justru ditolak karena alasan operasional tutup pada hari libur nasional.

Peristiwa ini terjadi pada Senin 1 Juni 2026, ketika Fadil membutuhkan penanganan medis segera. Ia datang bersama kerabatnya dengan membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai bukti kelayakan penerima layanan kesehatan. Namun, pihak Puskesmas tidak mampu memberikan pertolongan karena minimnya petugas di hari libur nasional. Hal ini menimbulkan rasa kecewa dan kesal terhadap sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya siap melayani setiap saat.

Tanggapan dari Legislatif

Komisi D DPRD Kota Malang, yang membidangi Kesejahteraan Rakyat dan Kesehatan, merespons kejadian ini secara langsung. Ketua Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Herdiyanto, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan Puskesmas tersebut. Menurutnya, hak kesehatan warga tidak boleh terhambat oleh kendala birokrasi atau hari libur.

“Kejadian seperti ini sangat disayangkan. Kebutuhan dasar warga yang harusnya terfasilitasi melalui KIS, ternyata tidak bisa dipenuhi karena faktor tidak ada petugas,” ujar Eko saat dikonfirmasi.

Eko menegaskan bahwa fasilitas pelayanan publik yang bersifat vital, seperti rumah sakit dan Puskesmas, seharusnya memiliki sistem kesiapsiagaan yang matang untuk melayani warga setiap saat tanpa mengenal hari libur. Ia menilai bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi instansi terkait agar lebih waspada dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan.

Langkah Konkret yang Akan Dilakukan

Untuk menangani masalah ini, Komisi D DPRD Kota Malang akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi sistem operasional faskes tingkat pertama di wilayah tersebut. Eko menekankan bahwa idealnya fasilitas umum yang sangat vital, termasuk rumah sakit dan Puskesmas, siap melayani medis warga setiap saat atau setiap hari.

“Kami berharap kejadian ini menjadi rujukan untuk berkoordinasi dengan Dinkes, agar kiranya bisa menata dan menyesuaikan aktivasi Puskesmas demi meningkatkan pelayanan medis kepada warga agar lebih maksimal,” tegasnya.

Pengalaman Fadil Saat Mengalami Luka Serius

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Fadil sedang memulung di area sungai. Kakinya tidak sengaja menginjak pecahan kaca hingga mengalami luka robek yang cukup dalam. Ia berharap mendapatkan pertolongan darurat (golden period) dengan menggunakan kartu KIS yang dimilikinya. Namun, sesampainya di Puskesmas Kedungkandang, ia justru diterima dengan penolakan.

Kejadian ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya mampu menangani kebutuhan darurat warga. Fadil harus menelan kekecewaan karena tidak mendapatkan penanganan medis sama sekali, meskipun ia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Kesimpulan

Insiden yang menimpa Muhamad Fadil menjadi peringatan bagi seluruh instansi pelayanan kesehatan untuk lebih proaktif dalam menangani kebutuhan warga. Pemerintah daerah dan lembaga terkait perlu meningkatkan pengawasan serta memastikan bahwa layanan kesehatan tetap tersedia, bahkan di hari libur. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.


Pos terkait