Kekesalan Presiden AS terhadap Perdana Menteri Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan kekesalannya terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, karena eskalasi militer di Lebanon yang dinilai bisa mengganggu negosiasi dengan Iran. Dalam percakapan telepon selama sekitar 15 menit pada Senin, Trump disebut marah dan menyampaikan keluhan kepada Netanyahu.
Menurut sumber yang mengetahui isi pembicaraan tersebut, Trump menuduh Netanyahu tidak tahu berterima kasih dan menyebutnya “gila.” Dalam momen tegang tersebut, Trump bertanya sembari mengumpat, “Apa yang kau lakukan??”
Eskalasi ini terjadi setelah Iran mengancam menghentikan perundingan dengan AS menyusul tindakan Israel di Lebanon. IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terlibat bentrokan dengan milisi Hizbullah yang didukung Iran. Laporan dari Tasnim, kantor berita semi-resmi Iran, menyebut bahwa tim negosiasi Iran akan menangguhkan “pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator.”
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, belum mengonfirmasi laporan tersebut, tetapi menulis di platform X bahwa gencatan senjata antara Iran dan AS harus mencakup semua front, termasuk Lebanon. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan bahwa pelanggaran garis merah di Lebanon dan Gaza dianggap sebagai perang langsung.
Trump secara terbuka meremehkan ancaman tersebut dan menyatakan bahwa dirinya “tidak peduli sama sekali.” Namun, di balik layar, Trump disebut ingin berbicara langsung dengan Netanyahu karena khawatir eskalasi di Lebanon dapat menggagalkan kemajuan negosiasi dengan Iran. Trump baru saja merevisi proposal rencana perdamaian dan mengirimkannya kepada Iran untuk dipertimbangkan.
Setelah percakapan tersebut, Netanyahu merilis pernyataan resmi. Ia mengatakan bahwa jika Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota dan warga Israel, maka Israel akan menyerang target-target teror di Beirut. Netanyahu menegaskan posisi Israel tetap sama dan bahwa IDF akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan.
Percakapan antara Trump dan Netanyahu bukanlah kali pertama hubungan keduanya memanas. Sebelumnya, ketegangan juga muncul ketika Israel mengambil tindakan terhadap Iran dan kelompok proksinya. Namun, percakapan terbaru ini kembali menegaskan kekhawatiran pemerintahan Trump bahwa negosiasi dengan Iran bisa terganggu.
Setelah percakapan tersebut, Trump sempat menulis di media sosial bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlanjut dengan “sangat cepat.” Namun, beberapa jam kemudian, ia menunjukkan nada yang jauh berbeda terhadap Netanyahu.
“Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, meminta dia untuk tidak melakukan serangan besar ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih Bibi!” tulis Trump di media sosial.






