Ringkasan Berita:
- An Se-young menjadi tunggal putri pertama yang lolos ke semifinal Polytron Indonesia Open 2026
- Di babak empat besar, sang juara bertahan kini menunggu pemenang antara Chen Yufei atau wakil Putri Kusuma Wardani
- Jika berhasil kembali naik podium tertinggi di Istora Senayan tahun ini, An Se-young akan mengoleksi tiga gelar
– Langkah sang juara bertahan belum terhentikan. Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, sukses menjadi pebulu tangkis pertama yang mengamankan tiket semifinal Polytron Indonesia Open 2026.
Kepastian ini didapat setelah ia tampil perkasa di babak delapan besar yang digelar pada Jumat (5/6/2026) siang WIB.
Menghadapi tunggal putri Thailand, Pornpawee Chochuwong, An Se-young langsung tancap gas sejak gim pertama dimulai.
Tanpa memberikan banyak celah bagi lawannya, sang Bocah Ajaib menyudahi perlawanan Chochuwong lewat kemenangan dua gim langsung skor 21-19 dan 21-11.
Keberhasilan ini tidak hanya mengantarkannya ke babak empat besar turnamen level Super 1000 ini, tetapi juga menegaskan dominasinya yang masih terlalu tangguh di atas lapangan.
Misi Back-to-Back Juara di Istora
Hasil manis yang dibukukan An Se-young hari ini jelas membuka lebar asa untuk mempertahankan takhta.
Pebulu tangkis peringkat satu dunia ini merupakan kampiun bertahan edisi Indonesia Open 2025 lalu, setelah di laga final sukses menumbangkan wakil China, Wang Zhiyi.
Dengan keberhasilan menembus babak semifinal kali ini, sinyal bahaya kini tengah digaungkan oleh An Se-young kepada para rivalnya.
Peluang besar untuk mencetak gelar juara secara berturut-turut di Istora Senayan kini berada di depan mata.
Di atas kertas, performa dan determinasi yang ditunjukkan atlet asal Negeri Ginseng ini memang membuatnya kembali menjadi kandidat terkuat untuk menaiki podium tertinggi.
Menanti Duel Sengit di Semifinal: Chen Yufei atau Putri KW?
Di babak semifinal nanti, An Se-young kini tinggal duduk manis menunggu calon lawannya.
Ia dijadwalkan akan menantang pemenang dari duel sengit antara raksasa China, Chen Yufei, melawan harapan tuan rumah, Putri Kusuma Wardani.
Siapa pun yang lolos, statistik mencatat bahwa An Se-young sebenarnya masih jauh lebih diunggulkan.
Namun, jika bicara soal atmosfer pertandingan yang ideal dan dinantikan pencinta bulu tangkis dunia, bentrokan antara An Se-young dan Chen Yufei jelas menjadi sajian ideal.

Pertemuan mereka akan menjadi duel seru yang mempertemukan dua peraih medali emas Olimpiade.
Tanpa sedikit pun mengerdilkan potensi Putri KW yang pastinya akan mendapat dukungan penuh dari publik Istora, faktor konsistensi di level tertinggi membuat Chen Yufei dinilai lebih layak.
Membidik Rekor Elite Deretan Legenda
Motivasi An Se-young untuk merengkuh gelar juara di turnamen berkategori BWF World Tour Super 1000 ini dipastikan berlipat ganda.
Pasalnya, sebuah rekor elite nan bersejarah sudah menanti di ujung turnamen jika ia berhasil kembali naik ke podium tertinggi.
Jika mampu mengangkat trofi juara pekan ini, An Se-young akan mengoleksi total tiga gelar juara sepanjang kariernya.
Catatan emas tersebut otomatis akan memasukkan namanya ke dalam geng elite para legenda modern yang mampu mendominasi Istora.
Ia akan sejajar dengan nama-nama besar seperti ratu ganda campuran Huang Yaqiong, monster tunggal putra Viktor Axelsen, maestro tunggal putri Tai Tzu-ying.
Kemudian menyalai torehan mantan ganda putra nomor satu dunia kebanggaan Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.
(/Niken)





