Potensi Karhutla di Kalimantan Tengah Masih Menjadi Perhatian
Meski Kalimantan Tengah masih berada dalam musim hujan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) mencatat adanya ratusan titik panas atau hotspot yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun tidak semua hotspot tersebut berujung pada kejadian kebakaran, pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk.
Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan, tercatat sekitar 140 titik hotspot di wilayah Kalteng. “Ya, ada sekitar 140 hotspot. Hotspot itu kita lihat dari suhu, kalau dia di atas 40 derajat, dianggap satu hotspot,” ujar Agustan saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa satu titik hotspot memiliki cakupan area sekitar 200 meter. Namun, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua hotspot tersebut merupakan kejadian kebakaran. “Dari hasil pemantauan kita di lapangan, tidak semua hotspot itu adalah kebakaran. Tapi memang ada sekitar 2 sampai 5 persen yang terjadi kebakaran,” jelasnya.
Agustan menegaskan bahwa kejadian kebakaran yang terdeteksi sejauh ini telah berhasil diantisipasi sejak dini oleh petugas. Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan. “Untuk hutan, saat ini belum ada kebakaran. Yang terbakar itu lebih ke wilayah pekarangan, kebun-kebun masyarakat, semak-semak atau belukar di belakang rumah warga, dan itu sudah kita bantu pengamanannya,” ungkap Agustan.
Upaya Pengendalian Karhutla
Dalam upaya pengendalian karhutla, Dinas Kehutanan Kalteng telah menyiagakan ratusan personel yang tersebar di seluruh wilayah. “Kalau di KPH ada 15 personel per KPH dikali 18 KPH, jadi kurang lebih 280 orang. Kemudian di tingkat provinsi sendiri ada sekitar 40-an personel yang kita mantapkan,” jelasnya.
Dari sisi pendanaan, Agustan menyebutkan bahwa anggaran pengendalian karhutla bersumber dari berbagai pos dan lintas instansi. “Kalau anggaran, itu gabungan dengan BPB-PK, kemudian UPT-UPT, kurang lebih totalnya sekitar Rp100 miliar untuk keseluruhan Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan dukungan anggaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kegiatan pengendalian karhutla. “Karena kita juga supporting dana BPBD untuk kegiatan pengendalian karhutla,” pungkasnya.
Imbauan Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, meskipun kondisi cuaca masih didominasi hujan. Dengan langkah-langkah preventif dan koordinasi yang baik antara berbagai instansi, pihak pemerintah berharap potensi karhutla dapat diminimalisir sekecil mungkin.