Persib Bandung Tampil Mengesankan di Super League 2025/2026
Persib Bandung, yang telah dua kali meraih gelar juara Liga 1, terus menunjukkan dominasinya di Super League 2025/2026. Di putaran pertama kompetisi ini, Pangeran Biru kembali berada di puncak klasemen sementara dengan raihan 38 poin. Mereka hanya terpaut satu poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua.
Selain unggul dalam poin, Persib Bandung juga tercatat sebagai tim yang paling sedikit kebobolan di musim ini. Dari total 17 pertandingan yang telah dimainkan, gawang Maung Bandung hanya kebobolan sebanyak 11 kali. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan musim lalu, ketika di putaran pertama Liga 1 2024/2025, gawang Persib Bandung kebobolan sebanyak 12 kali.
Kokohnya lini belakang Persib Bandung tidak lepas dari strategi yang diterapkan oleh pelatih mereka, Bojan Hodak. Ia mengungkapkan bahwa meskipun serangan tajam bisa memenangkan pertandingan, pertahanan yang solid justru menjadi kunci utama dalam meraih gelar juara.
“Jika melihat hasil dan klasemen, yang paling penting adalah pertahanan yang berjalan dengan baik,” ujar Bojan Hodak.
Bojan Hodak pun menyatakan keyakinannya bahwa lini pertahanan Persib Bandung saat ini merupakan yang terbaik di Super League 2025/2026. Namun, ia mengaku belum puas dengan performa lini serang timnya. Menurutnya, ada ruang untuk peningkatan di sektor tersebut.
Tekanan Berat di Putaran Kedua
Di putaran kedua Super League 2025/2026, Persib Bandung akan menghadapi tekanan yang lebih besar. Tim asuhan Bojan Hodak diharapkan mampu mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Selain itu, para bobotoh juga memiliki ekspektasi tinggi terhadap performa tim kesayangan mereka.
Selain tekanan dari para penggemar, Persib Bandung juga harus siap menghadapi lawan-lawan yang semakin agresif di putaran kedua. Banyak tim yang diprediksi akan meningkatkan intensitas permainan demi mencoba merebut posisi Persib Bandung. Selain itu, semua tim ingin mencegah Persib mencatatkan hattrick juara liga pada akhir musim ini.
Meski demikian, Bojan Hodak menganggap tekanan ini sebagai hal yang biasa. “Kami sudah sehari-hari hidup seperti ini selama tiga tahun. Jadi ini hal yang normal di Persib,” katanya.




