Keputusan mengejutkan datang dari salah satu ikon asing Persebaya Surabaya. Bruno Moreira, sang kapten yang telah memberikan kontribusi luar biasa selama empat musim, resmi mengakhiri masa baktinya bersama klub berjuluk Green Force tersebut. Perpisahan ini, yang terjadi pada Juni 2026, menandai berakhirnya salah satu babak paling sukses bagi pemain asing di sejarah Persebaya, meskipun manajemen telah berupaya keras untuk mempertahankan jasanya dengan menawarkan kontrak dan gaji yang lebih menggiurkan.
Saat kabar perpisahan itu diumumkan, para pendukung setia Persebaya, yang dikenal sebagai Bonek dan Bonita, sontak teringat kembali akan awal mula perjalanan Bruno Moreira di Kota Pahlawan. Pemain asal Brasil ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Juni 2021, sebuah rekrutan yang datang atas rekomendasi langsung dari pelatih kepala kala itu, Aji Santoso.
Aji Santoso dan Visi di Balik Rekrutmen Bruno Moreira
Aji Santoso memiliki alasan yang sangat spesifik ketika memutuskan untuk merekrut Bruno Moreira yang saat itu baru berusia 22 tahun. Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia ini melihat potensi besar yang terpendam dalam diri winger muda yang pernah menimba ilmu di akademi klub legendaris Brasil, Santos FC.
Ketika diperkenalkan secara resmi pada 15 Juni 2021, Bruno Moreira menjadi rekrutan asing terakhir Persebaya Surabaya untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2021/2022. Sebelum menjejakkan kaki di Indonesia, Bruno telah memiliki pengalaman bermain di kancah sepak bola internasional. Ia pernah merasakan atmosfer kompetisi di Kolombia bersama Envigado FC, serta berkompetisi di Korea Selatan bersama Ansan Greeners dan Chungnam Asan.
Aji Santoso kala itu mengungkapkan strateginya yang sengaja memburu pemain asing muda. Alasannya adalah untuk mendapatkan nilai investasi jangka panjang. Strategi ini terbukti sangat jitu, karena Bruno Moreira kemudian berkembang pesat menjadi salah satu pemain asing terbaik yang pernah menghiasi skuad Green Force.
“Kalau dia bagus musim ini, bisa jadi untuk musim depan kita tidak perlu repot lagi mencari pemain asing. Bisa juga nantinya kontrak dengan durasi lebih panjang mungkin,” ujar Aji Santoso pada masa perkenalan Bruno.
Keunggulan lain dari kedatangan Bruno yang lebih awal adalah memberikan keuntungan signifikan bagi tim pelatih. Aji Santoso memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan persiapan taktis sebelum kompetisi resmi bergulir.
Transformasi dari Pemain Muda Menjadi Kapten dan Ikon Klub
Sejak awal kedatangannya di Surabaya, Bruno Moreira memilih nomor punggung 99, yang kemudian menjadi identitas khasnya. Nomor ini dipilih karena mencerminkan tahun kelahirannya, yaitu 1999.
“Saya lahir tahun 1999. Saya sangat suka angka 99. Saya juga punya tato tahun kelahiran saya. Dengan nomor favorit saya, semoga saya bisa membantu tim berprestasi,” ungkap Bruno dengan penuh keyakinan saat pertama kali diperkenalkan.
Harapan tersebut bukan sekadar isapan jempol. Selama empat musim membela Persebaya Surabaya, Bruno Moreira bertransformasi menjadi pemain kunci yang krusial sekaligus seorang pemimpin di lapangan hijau.
Statistiknya menunjukkan tingkat konsistensi yang luar biasa sepanjang kariernya di Persebaya. Pada musim 2021/2022, ia berhasil mencatatkan 7 gol dan 3 assist dari 29 pertandingan yang dimainkannya.
Performa Bruno terus menunjukkan peningkatan signifikan di musim-musim berikutnya. Memasuki musim 2023/2024, ia mengemas 10 gol dan 4 assist dari 31 laga. Catatan impresif berlanjut pada musim 2024/2025, di mana ia kembali mencetak 10 gol dan 3 assist.
Puncak performanya terukir pada kompetisi Super League 2025/2026. Bruno tampil memukau dalam 28 pertandingan, berhasil mengoleksi 12 gol dan 8 assist. Torehan ini menjadikannya salah satu pemain paling produktif di liga pada musim tersebut.
Secara keseluruhan, pemain yang lahir di Cajamar, Brasil, pada 8 April 1999 ini telah menorehkan 119 penampilan resmi untuk Persebaya Surabaya. Dari total penampilannya tersebut, Bruno Moreira berhasil menyumbangkan 39 gol dan 18 assist.
Kontribusi gemilang ini membuatnya bukan lagi sekadar pemain asing biasa. Ia telah menjelma menjadi figur penting yang sangat dicintai oleh para suporter dan dipercaya untuk mengenakan ban kapten Green Force.
Tiga Alasan Utama Bruno Moreira Memilih Pergi
Menariknya, keputusan Bruno Moreira untuk meninggalkan Persebaya Surabaya ternyata tidak didasari oleh faktor finansial semata. Berdasarkan informasi yang dihimpun, manajemen klub bahkan telah menyodorkan tawaran dengan nilai yang lebih tinggi demi mempertahankan sang kapten kesayangan.
Namun, tekad Bruno untuk pergi sudah bulat. Alasan utama keputusannya adalah keinginan kuat untuk kembali merasakan atmosfer karier sepak bola di luar Indonesia dan mencari tantangan baru yang dapat mendorong perkembangan profesionalnya.
Selain itu, Bruno Moreira juga memiliki ambisi besar untuk dapat tampil di level kompetisi yang lebih tinggi, yaitu Liga Champions Asia Elite (ACL Elite). Kompetisi kasta tertinggi di Asia ini menjadi target berikutnya dalam perjalanan karier pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut.
Faktor ini menjadi pertimbangan krusial, mengingat tidak ada satu pun klub dari Indonesia yang dipastikan akan berpartisipasi di ACL Elite pada musim mendatang. Kesempatan untuk bersaing di panggung Asia yang lebih prestisius menjadi daya tarik yang sulit untuk ditolak oleh Bruno.
Meskipun mendapatkan tawaran finansial yang lebih menguntungkan dari Persebaya Surabaya, Bruno tetap teguh pada keputusannya untuk melanjutkan karier di luar negeri demi mewujudkan dua target utamanya tersebut.
Pesan Perpisahan yang Menyentuh Hati Bonek
Melalui akun Instagram pribadinya, Bruno Moreira menyampaikan sebuah pesan perpisahan yang sangat menyentuh hati. Unggahan tersebut seketika mendapatkan respons emosional yang besar dari para suporter Persebaya. Ia mengenang dengan penuh haru perjalanan empat tahun yang sarat dengan suka dan duka bersama Persebaya Surabaya.
“Empat tahun. Empat tahun bersama klub ini, kota ini, dan para penggemar ini,” tulis Bruno dalam kalimat pembuka pesan perpisahannya.
Dalam unggahannya tersebut, Bruno menegaskan bahwa tidak ada satu pun momen dalam perjalanannya bersama Persebaya yang ingin ia ubah. Setiap kegagalan, setiap kemenangan, setiap kesalahan, hingga setiap keberhasilan, semuanya menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya menjadi pemain dan pemimpin yang lebih baik.
Ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh staf klub, rekan-rekan setim, manajemen, serta seluruh Bonek dan Bonita yang senantiasa memberikan dukungan tiada henti selama ia berada di Surabaya. Bruno bahkan memastikan bahwa kenangan indah bersama Persebaya Surabaya akan selalu ia bawa ke mana pun langkah kariernya membawanya kelak.
“Musim depan, aku akan memulai babak baru di luar Indonesia,” tegasnya dalam pesan tersebut.
Kalimat ini menjadi penegasan akhir dari perjalanan Bruno Moreira bersama Green Force. Sosok yang dahulu didatangkan oleh Aji Santoso sebagai sebuah investasi masa depan, kini pergi dengan meninggalkan warisan sebagai legenda modern dan salah satu kapten asing terbaik yang pernah dimiliki oleh Persebaya Surabaya.






