Pendukung Chelsea Gelar Protes: Frustrasi Terhadap Arah Klub dan Model Kepemilikan Baru
Kepergian Enzo Maresca dari Stamford Bridge, yang terjadi secara mengejutkan, telah memicu gelombang ketidakpuasan di kalangan pendukung fanatik Chelsea. Aksi protes pun mulai direncanakan, bukan karena masalah performa di lapangan atau hubungan dengan skuad, melainkan karena keretakan yang mendalam dalam hubungan antara pelatih dan petinggi klub, yang dianggap memecah belah. Sejak kedatangan konsorsium BlueCo pada tahun 2022, yang dipimpin oleh Todd Boehly namun dikendalikan oleh Clearlake Capital bersama Behdad Eghbali, fokus utama klub telah bergeser secara signifikan.
Pergeseran Fokus Klub dan Dampaknya pada Pelatih
Sejak pengambilalihan oleh BlueCo, Chelsea telah mengalihkan perhatiannya pada perekrutan pemain muda dengan potensi besar, seringkali dijuluki sebagai wonderkid. Direktur olahraga tim, Paul Winstanley dan Laurence Stewart, telah menugaskan para manajer tim, mulai dari pelatih sebelumnya hingga Enzo Maresca, untuk memaksimalkan potensi para talenta muda yang didatangkan. Namun, strategi ini tampaknya menimbulkan ketegangan. BlueCo kini tengah mencari manajer tetap kelima mereka, mengikuti jejak Thomas Tuchel, Graham Potter, dan Mauricio Pochettino, yang semuanya meninggalkan Stamford Bridge. Dua nama terakhir disebutkan secara spesifik mempertanyakan arah yang diambil oleh klub di bawah kepemilikan baru.
Gerakan Suporter: “Not A Project CFC” Mengambil Tindakan
Meskipun tidak selalu mendukung setiap pelatih secara penuh, kelompok suporter Chelsea yang menamakan diri “Not A Project CFC” merasa memiliki tugas untuk membela figur-figur yang pernah mempersembahkan gelar bergengsi, seperti Liga Konferensi dan Piala Dunia Antarklub. Kepergian Maresca telah memicu gelombang frustrasi yang mendalam di kalangan mereka. Sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan manajemen terkait kepergian pelatih berusia 45 tahun tersebut, “Not A Project CFC” telah merencanakan aksi protes yang akan dilaksanakan sebelum pertandingan melawan Brentford pada tanggal 17 Januari mendatang. Tujuannya adalah untuk mendesak para petinggi klub agar lebih mempercayai proses pembinaan dan pengembangan tim.
Pernyataan Protes dan Kritik Terhadap Model Kepemilikan
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis terkait rencana protes tersebut, “Not A Project CFC” menekankan pentingnya persatuan dan kejelasan dari basis penggemar. Mereka mengingatkan pada momen-momen sebelumnya ketika para pendukung bersatu, seperti saat menentang pembentukan Liga Super Eropa, yang terbukti efektif.
“Ini adalah momen yang menuntut persatuan, kejelasan, dan tindakan dari basis penggemar yang telah bersatu sebelumnya, terutama untuk menghentikan Super League. Ketika pendukung Chelsea bersatu, kita membuat perbedaan. Momen ini menuntut persatuan yang sama lagi. Ini adalah protes damai yang dipimpin oleh penggemar Chelsea yang merasa semakin terputus dari kepemimpinan (BlueCo) dan arah klub kami.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa protes ini bukanlah tentang pemain individu, saling menyalahkan di media sosial, atau menjadikan satu manajer sebagai kambing hitam. Inti dari protes ini adalah kritik terhadap model kepemilikan yang kini dikendalikan oleh Behdad Eghbali.
“Ini bukan tentang pemain individu. Ini bukan tentang saling menyalahkan di media sosial. Dan ini bukan tentang menjadikan satu manajer sebagai kambing hitam. Protes ini tentang model kepemilikan Behdad Eghbali yang kini mengendalikan Chelsea Football Club.”
Kritik terhadap “Peternakan Perdagangan Pemain”
“Not A Project CFC” melontarkan kritik keras terhadap cara Chelsea dijalankan di bawah kepemilikan BlueCo. Mereka berpendapat bahwa klub kini lebih menyerupai “peternakan perdagangan pemain” daripada sebuah klub elite. Fokus pada perputaran pemain, spekulasi, dan potensi jangka panjang dinilai telah mengorbankan daya saing klub di masa kini.
“Sejak pengambilalihan, Chelsea dijalankan kurang seperti klub elite dan lebih seperti peternakan perdagangan pemain, berfokus pada perputaran, spekulasi, dan potensi jangka panjang dengan mengorbankan daya saing saat ini.”
Tanggung jawab atas arah klub ini sepenuhnya dibebankan pada kepemimpinan saat ini, yaitu Behdad Eghbali, bersama dengan direktur olahraga Paul Winstanley, Laurence Stewart, Joe Shields, Sam Jewell, dan seluruh tim kepemimpinan olahraga.
“Tanggung jawab atas arah (klub) ini terletak pada kepemimpinan saat ini, Behdad Eghbali, bersama dengan direktur olahraga Paul Winstanley, Laurence Stewart, Joe Shields, Sam Jewell, dan seluruh tim kepemimpinan olahraga. Mereka telah dipercayakan dengan strategi sepak bola, perekrutan, dan pembangunan skuad. Sederhananya, mereka GAGAL memenuhi standar yang dibutuhkan di klub sebesar, bersejarah, dan ambisius seperti Chelsea.”
Ketidakstabilan Skuad dan Prioritas yang Keliru
“Not A Project CFC” menyoroti ketidakstabilan skuad Chelsea di bawah kepemimpinan BlueCo. Mereka berargumen bahwa pengeluaran besar untuk pemain baru belum membawa The Blues lebih dekat untuk memenangkan trofi. Sebaliknya, fokus tampaknya lebih pada menghasilkan pendapatan dari penjualan pemain daripada membangun tim yang kompetitif.
“Chelsea telah memprioritaskan potensi jangka panjang sambil mengorbankan masa sekarang, yang menyebabkan performa tim yang tidak konsisten.”
Para pendukung merasa frustrasi karena harus terus-menerus diminta untuk menunggu, sementara rival-rival mereka seperti Arsenal dan Manchester City terus memperkuat diri untuk meraih kemenangan saat ini.
“Sementara rival kami (seperti Arsenal dan Manchester City) memperkuat diri untuk menang sekarang, penggemar Chelsea terus-menerus diminta untuk menunggu. Pada tahun pertama atau kedua kita bisa menerima sikap ini, bukan pada tahun keempat dari proyek ini.”
Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa Chelsea bukanlah platform untuk penjualan kembali, melainkan dibangun untuk bersaing di level tertinggi, baik di Inggris maupun di Eropa. Protes ini, tegas mereka, adalah tentang standar, ambisi, dan masa depan klub.
“Chelsea bukanlah platform penjualan kembali. Chelsea dibangun untuk bersaing di level tertinggi (Inggris dan Eropa). Protes ini adalah tentang standar, ambisi, dan masa depan klub kami.”




