Cristiano Ronaldo Siap Mogok Bermain di Al-Nassr, Ini Alasannya



Cristiano Ronaldo dikabarkan akan melakukan mogok bermain dalam pertandingan lanjutan Liga Arab Saudi 2025-2026, saat Al Nassr akan bertandang ke markas Al Riyadh pada Senin (2/2/2026) malam WIB. Informasi ini muncul setelah pemain legendaris asal Portugal itu disebut tidak puas dengan pengelolaan Dana Investasi Publik Saudi (PIF), yang mengendalikan sebagian besar klub di Liga Pro Saudi.

Al Nassr kini terancam tampil tanpa kapten mereka, yang telah mencetak 18 gol dalam 22 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Menurut laporan, Ronaldo merasa bahwa PIF memberikan dukungan lebih kepada klub-klub lain, khususnya Al-Hilal, yang terus mendapatkan pemain berkualitas tinggi. Hal ini membuatnya merasa tidak adil dalam pengelolaan keuangan dan bursa transfer.

Sebagai salah satu bintang utama Al Nassr, Ronaldo juga menjadi daya tarik bagi pesepak bola dunia untuk bergabung dengan Liga Arab Saudi. Setelah ia memperkuat Al Nassr pada 2023, beberapa nama besar seperti Karim Benzema, Kalidou Koulibaly, dan Riyad Mahrez ikut mengikuti jejaknya dengan bergabung bersama klub-klub lain di Liga Pro Saudi.

Keempat klub tersebut—Al Ahli, Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Nassr—terus memperkuat skuad mereka. Namun, Ronaldo percaya bahwa timnya tidak diperlakukan secara adil dalam bursa transfer. Ia menilai pelatih Al-Nassr, Jorge Jesus, tidak menerima penguatan yang cukup dibandingkan dengan rival seperti Al-Hilal, yang sangat aktif dalam merekrut pemain baru.

Selama jendela transfer Januari 2026, Al Nassr hanya mendatangkan gelandang Irak berusia 21 tahun, Haydeer Abdulkareem. Sementara itu, Al-Hilal berhasil mendatangkan bek tengah Spanyol Pablo Mari seharga 1,7 juta pounds (sekitar Rp 34 miliar) dan menghabiskan 26 juta pounds (Rp 518 miliar) untuk penyerang Stade Rennais, Kader Meite. Tim asuhan Simone Inzaghi juga dilaporkan hampir menyelesaikan transfer senilai 26 juta pounds untuk bintang Neom SC, Saimon Bouabre.

Jorge Jesus pernah mengkritik ketidaksetaraan finansial antara klub-klub di Liga Pro Saudi. Ia menyatakan bahwa Al-Nassr “tidak memiliki kekuatan politik seperti Al-Hilal”. Pernyataan ini memicu Al-Hilal untuk meminta pihak liga menskors Jesus selama enam bulan hingga satu tahun.

Namun, inti dari isu mogok bermain Ronaldo tetap sama: masalah ketidakadilan dalam pengelolaan transfer oleh PIF. Meski belum ada pernyataan resmi dari perwakilan Al-Nassr, situasi ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk segera menyelesaikan ketidakpuasan sang megabintang.

Keputusan Ronaldo untuk memprotes ketimpangan dalam pengeluaran transfer menunjukkan bahwa meskipun ia menerima bayaran hampir setengah juta pounds per hari, ia tetap memprioritaskan ambisi dan kesuksesan tim. Meski belum ada konfirmasi langsung dari pihak Ronaldo, laporan ini telah menyebar luas dan memicu diskusi tentang masa depan superstar itu di Arab Saudi.

Pos terkait