Paris Saint-Germain Meraih Gelar Liga Champions Back-to-Back, Ousmane Dembele Membidik Sejarah “Three-peat”
Musim kompetisi Liga Champions 2025-2026 baru saja ditutup dengan sorak sorai kemenangan Paris Saint-Germain (PSG). Klub raksasa asal ibu kota Prancis ini berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar, mengukuhkan dominasi mereka di kancah Eropa. Kemenangan dramatis diraih setelah melalui perlawanan sengit melawan Arsenal dalam partai final yang mendebarkan, yang berakhir dengan drama adu penalti pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Prestasi ini bukan hanya sekadar gelar juara, melainkan sebuah ukiran sejarah baru bagi PSG. Trofi Liga Champions yang mereka raih kali ini merupakan yang kedua sepanjang sejarah berdirinya klub. Lebih istimewanya lagi, kedua gelar prestisius tersebut diraih secara back-to-back, alias berturut-turut pada musim 2024-2025 dan 2025-2026.
Namun, kesuksesan ganda ini tampaknya belum cukup untuk memuaskan dahaga ambisi Ousmane Dembele. Di tengah gegap gempita perayaan juara yang dipenuhi lautan suporter di jalanan Paris, pemain yang juga telah meraih Ballon d’Or 2025 ini melontarkan pernyataan yang tidak hanya membakar semangat, tetapi juga menantang catatan sejarah.
Dembele secara terbuka mengungkapkan ambisinya yang membuncah untuk kembali membawa PSG berdiri tegak di podium juara Liga Champions pada musim depan. Targetnya sangat jelas dan sarat dengan ambisi: mencetak sejarah three-peat, atau merengkuh gelar juara Liga Champions tiga kali secara beruntun.
“Kami akan kembali tahun depan untuk yang ketiga kalinya,” ujar Dembele, menegaskan tekadnya untuk melanjutkan dominasi Les Parisiens.
Menorehkan Jejak Sejarah di Era Modern
Di era modern Liga Champions, pencapaian three-peat adalah sebuah prestasi langka yang hanya mampu disentuh oleh segelintir tim elit. Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, tercatat sebagai tim yang berhasil menorehkan sejarah ini di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane, dengan meraih tiga gelar berturut-turut pada tahun 2016, 2017, dan 2018. Sejak saat itu, belum ada satu pun tim yang mampu menyamai catatan emas tersebut.
Namun, jika Ousmane Dembele dan rekan-rekannya di PSG berhasil mewujudkan mimpi three-peat musim depan, rekor Real Madrid tersebut tidak akan lagi menjadi eksklusif. Romansa threepeat tidak lagi hanya menjadi milik Santiago Bernabeu, karena PSG akan berdiri sejajar dengan Los Blancos dalam daftar tim peraih gelar juara tiga kali berturut-turut. Hal ini akan menjadi bukti nyata kekuatan dan konsistensi PSG di panggung Eropa.
Jalannya Laga Final yang Mendebarkan
Pertandingan final Liga Champions 2025-2026 melawan Arsenal sendiri menyajikan drama yang luar biasa. PSG memulai pertandingan dengan kurang baik, gawang mereka sudah berhasil dibobol oleh Kai Havertz pada menit keenam pertandingan. Gol cepat dari Arsenal ini sempat membuat para penggemar PSG menahan napas.
Namun, PSG menunjukkan mentalitas juara mereka dengan bangkit. Keberuntungan datang pada menit ke-64 ketika mereka dihadiahi tendangan penalti. Ousmane Dembele, dengan ketenangan khasnya, berhasil mengeksekusi penalti tersebut dengan sempurna, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Karena skor imbang bertahan hingga akhir waktu normal 90 menit, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Kedua tim berusaha keras untuk mencetak gol kemenangan di babak extra time yang terdiri dari dua babak masing-masing 15 menit, namun pertahanan kedua tim terbukti solid sehingga tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Akhirnya, nasib juara harus ditentukan melalui adu tendangan penalti yang menegangkan. Dalam babak adu tos-tosan ini, mentalitas dan ketenangan para pemain menjadi kunci utama. PSG menunjukkan ketangguhan mental mereka dengan berhasil mengeksekusi empat dari lima tendangan penalti. Sementara itu, dari kubu Arsenal, hanya tiga pemain yang mampu menuntaskan tugasnya dengan baik.
Hasil akhir adu penalti adalah 4-3 untuk kemenangan Paris Saint-Germain. Kemenangan ini tidak hanya merayakan gelar Liga Champions back-to-back, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi ambisi Dembele dan PSG untuk meraih three-peat di musim mendatang.





