Berita Terkini di Kalimankan Timur
Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Sabtu (23/5/2026). Berikut tiga berita paling populer di Kalimantan Timur:
DPRD Balikpapan Soroti Dugaan Pembegalan
Maraknya informasi yang beredar di berbagai platform media sosial terkait dugaan aksi kriminalitas berupa percobaan pembegalan yang terjadi di Kota Balikpapan mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Balikpapan. Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menegaskan bahwa isu dugaan pembegalan tersebut harus menjadi perhatian bersama karena dapat mengganggu rasa aman masyarakat.
Menurutnya, Balikpapan selama ini dikenal sebagai kota yang nyaman dan kondusif untuk dihuni. Karena itu, munculnya informasi mengenai dugaan aksi kriminalitas dinilai dapat mencoreng citra kota apabila tidak segera ditangani secara serius.
“Persoalan ini harus menjadi atensi serius semua pihak. Balikpapan selama ini dikenal aman dan nyaman, jangan sampai citra itu rusak akibat maraknya tindak kriminalitas,” ujar Budiono.
Faktor Ekonomi Dinilai Berpengaruh
Dugaan pembegalan di Balikpapan juga dikaitkan dengan persoalan ekonomi masyarakat. Budiono menilai, salah satu faktor yang berpotensi memicu meningkatnya angka kriminalitas adalah tingginya angka pengangguran. Ia mengatakan, sulitnya memperoleh pekerjaan membuat sebagian masyarakat berada dalam tekanan ekonomi sehingga berisiko mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Banyaknya pengangguran membuat masyarakat sulit mencari pekerjaan, sehingga ada yang akhirnya mencari jalan pintas,” tegasnya.
Politisi senior tersebut menegaskan, penanganan persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat sektor ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kesenjangan sosial di masyarakat.
“Lapangan kerja sangat penting agar kesenjangan sosial tidak terlalu jauh,” tegasnya.
Minim Lampu Jalan Jadi Sorotan
Selain faktor ekonomi, Budiono juga menyoroti masih adanya sejumlah kawasan di Balikpapan yang minim penerangan jalan dan cenderung sepi pada malam hari. Kondisi itu dinilai dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
“Ada beberapa lokasi yang memang kenyataannya sepi dan tidak ada lampunya,” ucapnya.
Karena itu, DPRD mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan dilakukan secara terpadu. Langkah tersebut meliputi penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Budiono menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua,” pungkasnya.
Samarinda Raih Nilai A Pelayanan Publik
Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Walikota Andi Harun baru saja menorehkan prestasi nasional dengan meraih predikat Sangat Baik (Nilai A) dalam simplifikasi birokrasi pelayanan publik dengan skor 84,77. Capaian mentereng ini mendapat respons dari akademisi sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), DR. Aji Sofyan Effendi (ASE).
Menurut ASE, transformasi pelayanan publik di Samarinda saat ini merupakan lompatan besar yang konkret. Perubahan sistem administrasi yang dulunya lambat kini telah dipangkas menjadi jauh lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.
“Birokrasi yang dulu identik dengan kata ‘ribet’, kini berubah menjadi ‘simpel’. Tentu saja, ini bukan sulap bukan sihir, semudah membalikkan telapak tangan, melainkan buah dari komitmen kerja keras,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026) malam.
Inflasi Stabil dan Daya Beli Terjaga
Lebih lanjut, ASE menjelaskan bahwa keberhasilan tata kelola birokrasi ini berjalan selaras dengan stabilitas ekonomi makro di daerah. Sebagai “Miniatur Indonesia” yang memiliki kompleksitas sosial tinggi, Samarinda dinilai berhasil merajut keberagaman menjadi harmoni, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan nasional.
Salah satu indikator keberhasilan ekonomi yang paling krusial di bawah kendali Pemkot Samarinda adalah kemampuannya dalam menjinakkan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
“Bagi sistem ekonomi, inflasi adalah momok yang menjadi hantu dan menakutkan karena akan memperparah angka kemiskinan. Di Samarinda, harga sembilan bahan pokok terjaga stabil,” tuturnya.
Menurut ASE, keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Reaksi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Saat Didesak Pendemo
Ketegangan mewarnai jalannya audiensi para pengunjuk rasa yakni Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim dengan Gubernur Kaltim, Rudy Masud pada Kamis (21/5/2026). Hal ini terjadi berdasarkan pantauan di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Audiensi tersebut berhasil dicapai, setelah massa aksi menggelar demonstrasi selama sekitar enam jam di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Selama aksi, para pengunjuk rasa memblokade dua ruas jalan dan membakar ban mobil di tengah jalan yang membuat Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda mengalami lumpuh total.
Sebanyak 30 orang perwakilan dipilih untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu di Benua Etam itu, guna menyampaikan tuntutan mereka soal hak angket DPRD Kaltim pasca-demo 21 April.
Tuntutan yang Disampaikan Pendemo
Setelah Sekdaprov Sri Wahyuni mempersilakan perwakilan aksi untuk berbicara, sampaikan aspirasi. Kali ini melalui Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah langsung mengambil giliran pertama menyampaikan dua tuntutan utama yang mereka bawa.
“Pertama, saya meminta dan kami meminta kepada Bapak Gubernur Kalimantan Timur untuk mengikhlaskan jabatannya, mengundurkan diri dari jabatannya Gubernur Kalimantan Timur,” tutur Erly.
“Kedua, kami meminta sebagai Ketua Partai Golkar di Kaltim, kami meminta kepada Bapak Rudy Masud untuk menginstruksikan Partai Golkar untuk mendukung hak angket,” tegas Erly.
Erly juga menegaskan bahwa perjuangan yang mereka lakukan lahir dari kecintaan terhadap Kalimantan Timur, bahkan rela meninggalkan keluarga demi memperjuangkan aspirasi masyarakat.






