El Clasico: Flick Taklukkan Madrid, Barcelona Pesta Gol

Barcelona Raih Gelar Piala Super Spanyol 2026 Usai Taklukkan Real Madrid dalam Duel Sengit

Barcelona sukses mengukuhkan diri sebagai juara Piala Super Spanyol 2026 setelah berhasil membungkam rival abadinya, Real Madrid, dalam laga final yang berlangsung dramatis. Pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City pada Senin (12/1/2026) dini hari tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Barcelona, membuktikan kehebatan taktik pelatih Hansi Flick dalam menghadapi duel El Clasico.

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi dengan saling mengambil inisiatif menyerang. Real Madrid, yang menerapkan skema 4-4-3, tampak lebih dominan di awal laga dibandingkan Barcelona yang bermain dengan formasi 4-2-3-1.

Peluang pertama sempat diciptakan oleh Vinicius Junior dari sisi kiri penyerangan Real Madrid. Namun, umpan terobosannya kepada Gonzalo Garcia berhasil digagalkan oleh Eric Garcia di dalam kotak penalti Barcelona. Menit ke-13, Vinicius kembali mengancam gawang Barcelona dengan akselerasinya, namun upayanya belum membuahkan hasil.

Barcelona tidak tinggal diam. Kombinasi serangan dari Lamine Yamal dan Raphinha melalui sektor sayap beberapa kali berhasil menciptakan ancaman bagi pertahanan Real Madrid. Namun, solidnya barisan belakang tim ibu kota Spanyol tersebut membuat berbagai peluang Barcelona belum mampu dikonversi menjadi gol.

Drama sesungguhnya baru tersaji di sepuluh menit terakhir babak pertama. Barcelona berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-36 melalui gol Raphinha. Pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri gawang Thibaut Courtois, membawa Barcelona unggul 1-0.

Real Madrid tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-45+2, Vinicius Junior kembali menunjukkan magisnya. Setelah mengelabui Jules Kounde, ia merangsek ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu diantisipasi oleh Joan Garcia, membuat skor imbang 1-1.

Namun, skor imbang tersebut belum mengakhiri ketegangan sebelum jeda. Barcelona berhasil kembali unggul pada menit ke-45+4. Kali ini, Robert Lewandowski memanfaatkan kelengahan bek tengah Real Madrid untuk mencetak gol kedua bagi timnya.

Menjelang akhir babak pertama, Real Madrid kembali menunjukkan semangat juangnya. Goncalo Garcia berhasil mencuri gol penyama kedudukan di menit akhir babak pertama, memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Barcelona. Skor imbang 2-2 menjadi penutup babak pertama yang penuh drama dan menegangkan bagi para penonton.

Memasuki babak kedua, kedua tim semakin agresif dalam upaya mencetak gol kemenangan. Sayangnya, Real Madrid kembali harus kebobolan. Raphinha sekali lagi menjadi aktor utama yang mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya.

Pada menit ke-73, Raphinha sukses mengkonversi assist dari Dani Olmo menjadi gol kemenangan bagi Barcelona. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Barcelona dalam duel El Clasico jilid kedua musim ini.

Dengan kemenangan 3-2 ini, Barcelona berhak membawa pulang gelar Piala Super Spanyol edisi 2026. Gelar ini semakin mempertegas dominasi Barcelona di turnamen tersebut, menambah koleksi trofi Piala Super Spanyol mereka menjadi 16 gelar, sementara Real Madrid tertahan dengan 13 gelar.

Hansi Flick: Sang Penakluk Final yang Tak Terkalahkan

Kemenangan Barcelona dalam final Piala Super Spanyol kali ini semakin menyempurnakan rekor pribadi Hansi Flick sebagai pelatih. Pelatih asal Jerman ini semakin menegaskan statusnya sebagai sosok yang “alergi kalah” di laga final sebuah turnamen.

Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Hansi Flick memiliki rekor yang nyaris sempurna setiap kali tim yang dilatihnya berlaga di partai puncak. Dengan kemenangan atas Real Madrid di Piala Super Spanyol 2026, Flick kini tercatat telah memenangkan delapan pertandingan final yang ia jalani, selalu berakhir dengan gelar juara.

Sebelum kemenangan kedelapannya ini bersama Barcelona, Flick telah meraih kesuksesan di musim sebelumnya bersama tim Catalan tersebut. Ia berhasil memenangkan dua gelar final berbeda dengan mengalahkan Real Madrid:

  • Piala Super Spanyol: Kemenangan telak 2-5 atas Real Madrid.
  • Copa del Rey: Kemenangan 3-2 atas Real Madrid.

Lima kemenangan final lainnya diraih Flick saat ia masih menukangi Bayern Munich. Di era kepelatihannya bersama klub raksasa Jerman itu, Flick berhasil membawa pulang lima gelar dari lima final berbeda, meliputi:

  • DFB Pokal
  • Liga Champions UEFA
  • Piala Super UEFA
  • Piala Dunia Antarklub FIFA
  • Piala Super Jerman

Superioritas Hansi Flick yang belum pernah terkalahkan di laga final tampaknya telah menjadikan Real Madrid sebagai korban favoritnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Madrid harus merasakan tiga kekalahan beruntun melawan Barcelona dalam momen perebutan gelar juara, dan semua kekalahan tersebut terjadi di bawah era kepelatihan Hansi Flick.

Kemenangan ini tidak hanya memberikan trofi bagi Barcelona, tetapi juga semakin mengukuhkan status mereka sebagai raja Piala Super Spanyol, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi Real Madrid mengenai ketangguhan taktik yang diterapkan oleh Hansi Flick.

Pos terkait