Marc Guehi, seorang bek berusia 25 tahun, baru-baru ini menjadi sorotan publik sepak bola Inggris. Keputusan mengejutkan terjadi saat ia tampil membela Manchester City dalam putaran keempat Piala FA musim 2025-2026 melawan Salford City pada Sabtu (14/2/2026) WIB. Kemenangan 2-0 atas tim kasta keempat itu memastikan langkah The Citizens ke babak selanjutnya.
Kontribusi Guehi dan Munculnya Pertanyaan
Gol pembuka kemenangan Manchester City datang dari gol bunuh diri Alfie Dorrington di menit ke-6. Namun, sorotan utama tertuju pada Marc Guehi yang baru saja direkrut. Ia masuk sebagai pemain pengganti menggantikan John Stones di paruh kedua dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81, sekaligus menjadi penentu kemenangan timnya.
Penampilan Guehi yang gemilang dan berkontribusi langsung pada hasil pertandingan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar. Mengapa pemain yang sama tidak dapat memperkuat Manchester City di kompetisi domestik lainnya, yaitu Piala Liga Inggris?
Perbedaan Aturan Antar Kompetisi
Perbedaan ini berakar pada aturan yang berlaku di masing-masing kompetisi. Guehi, yang baru bergabung dengan Manchester City pada 19 Januari 2026, mengalami pembatasan di Piala Liga Inggris karena statusnya sebagai rekrutan baru di pertengahan musim.
Piala Liga Inggris (Carabao Cup):
- Penyelenggara, EFL (English Football League), memiliki aturan spesifik mengenai pemain yang bergabung setelah semifinal leg pertama.
- Pemain yang direkrut setelah tanggal tersebut dilarang bermain hingga babak final.
- Karena Guehi bergabung dua pekan setelah semifinal leg pertama antara Manchester City dan Newcastle United, ia tidak memenuhi syarat untuk bermain di sisa ajang Piala Liga Inggris.
Piala FA:
- Sebaliknya, aturan yang diberlakukan oleh FA (Football Association) memberikan kelonggaran.
- Seorang pemain diizinkan untuk membela dua klub yang berbeda dalam satu musim kompetisi Piala FA, asalkan mereka tidak bermain untuk kedua klub tersebut di putaran atau babak yang sama.
- Guehi sebelumnya telah tampil membela Crystal Palace di putaran ketiga Piala FA pada 10 Januari 2026.
- Dengan aturan FA ini, ia sah bermain untuk Manchester City di putaran keempat melawan Salford City.
Kebingungan Sang Pelatih
Meskipun aturan kedua kompetisi domestik tersebut jelas secara teknis, Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menyuarakan keheranannya terhadap perbedaan kebijakan ini. Ia merasa tidak logis jika seorang pemain dapat berpartisipasi dalam satu kompetisi domestik Inggris tetapi dilarang di kompetisi domestik lainnya.
“Sebagai contoh, dia tidak bisa bermain di final Piala Carabao,” ujar Guardiola pascalaga kontra Salford City. “Mengapa dia bisa bermain di sini (Piala FA) dan mengapa tidak di final lainnya? Itu memang tidak masuk akal, tetapi tidak apa-apa.”
Peluang Quadruple Manchester City
Terlepas dari polemik aturan tersebut, kemenangan di Piala FA ini semakin memperkuat peluang Manchester City untuk meraih pencapaian bersejarah, yaitu quadruple atau empat gelar dalam satu musim.
Saat ini, The Citizens masih memiliki peluang untuk meraih gelar di beberapa kompetisi:
- Piala Liga Inggris: Manchester City telah berhasil menembus babak final.
- Liga Inggris: Performa konsisten menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara.
- Liga Champions: Ambisi untuk meraih gelar Eropa masih terbuka lebar.
- Piala FA: Kemenangan atas Salford City memastikan langkah mereka terus berlanjut di kompetisi ini.
Keberadaan Marc Guehi di Piala FA, meskipun terhalang di Piala Liga Inggris, menjadi salah satu elemen penting dalam perburuan empat gelar yang sedang diupayakan oleh Manchester City musim ini.





