Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi: Pertamina Turunkan Harga di Kaltim Mulai 15 Februari 2026
Mulai Minggu, 15 Februari 2026, PT Pertamina (Persero) kembali mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Perubahan ini secara khusus memengaruhi harga di wilayah Kalimantan Timur, termasuk kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang senantiasa dipantau oleh Pertamina, sejalan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kepmen ini mengatur formula perhitungan harga dasar dalam penetapan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar di SPBU.
Perubahan Harga di Kalimantan Timur:
Di wilayah Kalimantan Timur, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga yang signifikan. Konsumen kini dapat menikmati harga Pertamax yang lebih terjangkau, yaitu Rp12.100 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo kini dibanderol seharga Rp13.000 per liter, dan Dexlite menjadi Rp13.550 per liter.
Penting untuk dicatat bahwa penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Produk-produk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap mempertahankan harganya yang stabil, yaitu Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar subsidi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat luas.
Memahami Perbedaan BBM Non-Subsidi dan Subsidi:
Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, mari kita bedah apa yang dimaksud dengan BBM non-subsidi dan mengapa harganya berfluktuasi.
BBM Non-Subsidi:
- Bahan bakar ini harganya sepenuhnya mengikuti dinamika pasar.
- Tidak mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah.
- Harganya dapat naik atau turun tergantung pada faktor-faktor eksternal, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
BBM Subsidi:
- Produk seperti Pertalite dan Bio Solar mendapatkan intervensi harga dari pemerintah.
- Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan energi yang terjangkau, terutama bagi sektor-sektor yang membutuhkan.
- Oleh karena itu, harganya cenderung lebih stabil dibandingkan dengan BBM non-subsidi.
Daftar Lengkap Harga BBM di Kalimantan Timur per 15 Februari 2026:
Berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku di wilayah Kalimantan Timur pada tanggal 15 Februari 2026:
- Pertalite (Subsidi): Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Perlu diketahui juga bahwa untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga Pertamax sedikit berbeda, yaitu Rp12.400 per liter.
Ragam Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia:
Pertamina secara berkala melakukan penyesuaian harga di berbagai wilayah Indonesia, mencerminkan perbedaan biaya distribusi dan kondisi pasar lokal. Berikut adalah gambaran umum harga BBM di beberapa provinsi per tanggal yang sama:
Wilayah Aceh dan Sumatera Utara
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah FTZ Sabang
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp11.100 per liter
- Dexlite: Rp12.350 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.400 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.250 per liter
- Dexlite: Rp13.850 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.100 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah FTZ Batam
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp11.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp12.050 per liter
- Dexlite: Rp12.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp12.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp11.800 per liter
- Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter
- Dexlite: Rp13.250 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.500 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Bali dan NTB
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp11.800 per liter
- Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter
- Dexlite: Rp13.250 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.500 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah NTT
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Sulawesi
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Maluku dan Maluku Utara
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Papua
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Solar: Rp6.800 per liter
Konsumen dapat memantau informasi terkini mengenai harga BBM melalui situs web resmi Pertamina Retail atau aplikasi MyPertamina. Penyesuaian harga ini mencerminkan upaya Pertamina untuk menyelaraskan harga BBM dengan kondisi pasar global dan domestik, sambil tetap menjaga stabilitas harga bagi BBM bersubsidi.





